SerambiIndonesia/

KKR Aceh dalam Konteks Perdamaian Asia Diseminarkan

Dari pagi hingga sore mereka berdiskusi tentang peran dari komisi kebenaran dalam memperkuat perdamaian di Asia.

KKR Aceh dalam Konteks Perdamaian Asia Diseminarkan
SERAMBINEWS.COM/YARMEN DINAMIKA
Narasumber dari Timor Leste sedang presentasi dalam Seminar Regional Peran Komisi Kebenaran untuk Memperkuat Perdamaian di Asia, Kamis (12/10/2017) siang di The Pade Hotel, Banda Aceh. 

Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Seminar Regional Asia "Peran Komisi Kebenaran dalam Memperkuat Perdamaian di Asia" berlangsung di Hotel The Pade, Banda Aceh, Kamis (12/10/2017).

Kegiatan dihadiri lebih dari 100 pengambil kebijakan, akademisi, masyarakat sipil, dan penyintas dari Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Myanmar, Timor Leste, dan Korea Selatan.

Dari pagi hingga sore mereka berdiskusi tentang peran dari komisi kebenaran dalam memperkuat perdamaian di Asia.

Seminar tersebut dilaksanakan di Aceh, karena Aceh telah mencapai sebuah proses perdamaian antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 2005.

(Baca: KKR akan Temui Korban Konflik)

Perjanjian damai itu memandatkan upaya untuk penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia (HAM) melalui Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) serta pengadilan HAM di Aceh.

Saat membuka acara, Gubernur Aceh dalam kata sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia, dan Hubungan Kerja Sama, Drs Abdul Karim MSi, menegaskan bahwa KKR Aceh merupakan amanah dan komitmen para pihak (GAM-RI) sebagaimana termaktub dalam MoU Helsinki.

Pemerintah akan memfokuskan memberdayakan lembaga KKR, baik sumber daya kelembagaan maupun sumber daya manusianya.

Gubernur menyarankan empat hal penting terkait KKR Aceh. Pertama, komisioner harus mempersiapkan kelembagaan yang baik dan profesional.

Halaman
123
Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help