SerambiIndonesia/

Polisi Imbau Warga Serahkan Senpi

Kepolisian Sektor (Polsek) jajaran Polres Aceh Utara dalam beberapa hari terakhir menempel imbauan berisi

Polisi Imbau Warga Serahkan Senpi
AHMAD UNTUNG SURIANATA, Kapolres Aceh Utara

* Deadline 19 November 2017

LHOKSUKON - Kepolisian Sektor (Polsek) jajaran Polres Aceh Utara dalam beberapa hari terakhir menempel imbauan berisi ajakan kepada masyarakat untuk menyerahkan senjata api (senpi) dan bahan peledak sampai 19 November mendatang di tempat keramaian tiap kecamatan. Imbauan yang ditempel unit Reskrim dan Intelkam setiap polsek dalam rangka Operasi Kilat Rencong.

“Informasi yang kita dapatkan dan dugaan kita, masih ada senpi yang beredar di wilayah hukum Polres Aceh Utara. Karena itu, kita imbau kepada masyarakat yang memiliki atau menyimpan senpi atau bahan peledak segera menyerahkan ke polisi sampai 19 November mendatang,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi, Sabtu (11/11).

Dijelaskannya, jika dalam batas waktu itu senpi diserahkan masyarakat, tidak akan diproses secara hukum. Tapi, jika tidak diserahkan dan kemudian ditemukan oleh petugas dalam razia atau penggeberekan, penyimpan atau yang memilili senjata api tentu akan diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

“Prosesnya dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Tentang Kepemilikan Senjata Api Secara Ilegal dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Tapi, jika diserahkan secara sukarela dalam masa waktu yang telah ditentukan, mereka tidak akan diproses dan identitas mereka juga akan kita rahasiakan,” tukas Kasat Reskrim.

Diharapkan, dengan adanya imbauan ini, warga tidak takut lagi atau khawatir untuk menyerahkan senpi, karena dijamin tidak akan diproses. “Informasi yang kita dapatkan, senpi yang masih ada di masyarakat itu tidak berani mereka serahkan. Makanya, kita tempel imbaun ini agar mereka tak takut lagi,” jelas Kasat Reskrim. “Senpi yang dimaksud, bukan hanya senpi masih aktif, yang tidak aktif juga harus diserahkan,” tandasnya.

Selain senpi, senjata jenis airsoft gun juga tidak boleh disimpan oleh sipil. Kecuali itu, juga tidak boleh dibawa-bawa jika bukan untuk kepentingan latihan. “Jadi, senjata itu (airsoft gun) hanya untuk latihan dan olahraga. Jika sudah selesai kegiatan, harus digudangkan. Jadi tak ada izin untuk dibawa-bawa,” pungkas Kasat Reskrim.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help