Demi Dapat Jatah Makanan, Anak Perempuan Rohingya Dipaksa Menikah, Bahkan Ada yang Berusia 12 Tahun

Di antara anak-anak perempuan tersebut bahkan ada yang masih berusia 12 tahun.

Demi Dapat Jatah Makanan, Anak Perempuan Rohingya Dipaksa Menikah, Bahkan Ada yang Berusia 12 Tahun
CNN
Wanita etnis Rohingya menangis di atas kapal yang mengangkut ke lokasi pengungsian. Banyak dari pengungsi adalah ibu dan anak-anak yang meninggalkan kampung mereka di Myanmar untuk menghindari pembunuhan oleh tentara Myanmar. 

SERAMBINEWS.COM, DHAKA — Anak perempuan Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh dipaksa menikah demi mengamankan jatah makanan.

Alokasi bantuan makanan yang ditentukan per keluarga membuat anak- anak perempuan pengungsi Rohingya dinikahkan untuk menciptakan keluarga baru.

Di antara anak-anak perempuan tersebut bahkan ada yang masih berusia 12 tahun.

Program Pangan Dunia PBB mengalokasikan bantuan makanan per rumah tangga sehingga keluarga dengan jumlah anggota yang berbeda mendapat jatah bantuan makanan yang sama.

Dengan menikahkan anak perempuan mereka maka jumlah orang yang harus diberi makan di keluarga orangtua akan berkurang.

Sementara anak yang sudah menikah akan mendapat jatah bantuan sendiri. Demikian ditulis The Guardian, Kamis (30/11/2017).

(Baca: Pemberitaan Soal Krisis Rohingya Minim, Myanmar Diduga Bunuh Para Jurnalis di Rakhine)

(Baca: Akhiri Krisis Rohingya, China Usulkan Solusi Tiga Tahap)

Pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar menuju Bangladesh mencapai angka 600.000 jiwa.

Petugas medis mengatakan anak perempuan paling diincar sebagai sasaran kekerasan seksual di Rakhine.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help