SerambiIndonesia/

Anggota DPRA Surati Mediator Perdamaian RI-GAM, Begini Isinya

Dalam suratnya, Ketua Fraksi PA di DPRA ini merangkum sedikitnya tujuh point, terkait beberapa perjanjian damai antara RI dan GAM

Anggota DPRA Surati Mediator Perdamaian RI-GAM, Begini Isinya
Kolase Serambinews/IST
Kolase foto Iskandar Alfarlaky dan Martti Ahtisaari 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh (PA), Iskandar Usman Al-Farlaky melayangkan surat kepada Martti Ahtisaari, tokoh mediator perdamaian Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Republik Indonesia pada 2005 silam.

Surat berisi seputar kesepakatan damai yang belum terealisasi itu, ditulis Iskandar dalam bahasa Inggis. Surat tersebut dikirim pada Selasa (5/12/2017).

Dalam suratnya, Ketua Fraksi PA di DPRA ini merangkum sedikitnya tujuh point, terkait beberapa perjanjian damai antara RI dan GAM yang hingga saat ini masih mandek atau belum ditepati.

"Saya sampaikan rasa terima kasih atas peran serta Mr Martti Ahtisaari mewujudkan perdamaian di Aceh melalui penandatanganan Moratorium of Understanding (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinky, Finlandia, 15 Agustus 2005 silam," tulis Iskandar di alenia pembuka suratnya.

Sebagai mantan mediator perdamaian antara Pemerintah RI dan GAM, Martti diminta memberikan atensi serius dalam hal tersebut agar persoalan pemenuhan kesepakatan yang dihasilkan dalam meja perundingan di Finlandia, 12 tahun silam, dapat segera terealisasi.

(Baca: Beredar Video, Pria Berbendera GAM Kumandangkan Azan di Depan DPRA)

Berikut tujuh point yang ditulis Iskandar dalam suratnya kepada Martti Ahtisaari.

1. Point : 1.1.4. Perbatasan Aceh merujuk pada perbatasan 1 Juli 1956. Point ini belum jelas implementasinya sampai saat ini.

2. Point 1.1.5 : Aceh memiliki hak untuk menggunakan simbol-simbol wilayah termasuk bendera, lambang dan himne. Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera dan lambang Aceh, meskipun secara hukum sudah berlaku, namun masih belum selesai dengan Pemerintah Pusat secara Politik.

Halaman
12
Penulis: Subur Dani
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help