SerambiIndonesia/

Gajah Sempat Masuk Lapangan Sepakbola di Keumala, 15 Ekor belum Mampu Digiring ke Habitatnya

Sebelumnya hewan bertubuh besar itu berkeliaran tiga meter dengan rumah warga di Kecamatan Sakti.

Gajah Sempat Masuk Lapangan Sepakbola di Keumala, 15 Ekor belum Mampu Digiring ke Habitatnya
IST
Seekor gajah liar yang terpisah dari kelompoknya mengobrak-abrik tanaman milik warga di Keumala, Rabu (6/12/2017). 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Penggiringan kawanan gajah liar berjumlah 15 ekor ke hutan habitatnya belum membuahkan hasil.

Saat Ini, satwa langka itu malah berpindah ke kebun warga di Kecamatan Keumala.

Sebelumnya hewan bertubuh besar itu berkeliaran tiga meter dengan rumah warga di Kecamatan Sakti.

Baca: Gajah Liar Cari Makan ke Rumah Warga

Baca: Gerombolan Gajah di Pidie Sulit Digiring, Kini Berkeliaran Dekat Rumah Penduduk

Untuk diketahui, turunnya kawanan gajah liar ke perkampungan penduduk seiring habitatnya telah diganggu dengan aktivitas illegal logging menggunakan chainsaw.

Gajah yang memiliki pendengaran sensitif, tidak tahan dengan suara mesin chainsaw saat kayu ditebang secara liar sehingga binatang itu mengamuk dengan turun ke gampong.

Jika sudah merasakan makanan di kebun warga, gajah sulit kembali ke hutan.

Imum Mukim Kandang, Tgk Tarmizi, kepada Serambinews.com, Rabu (6/12/2017) mengatakan, kawanan gajah yang sempat sepekan bertahan di kawasan Sakti, kini telah berpindah ke Keumala, Selasa (5/12/2017) sekira pukul 21.00 WIB.

Baca: Lima Ekor Gajah Liar Rusak Ratusan Hektare Padi Siap Panen di Geumpang

Baca: Harga Gading Gajah Capai Rp 20 Juta/Kg

Gajah melintasi Desa Paloh Jeureula, Paloh Naleung, Cot Nuran dan Pulo Pante.

Bahkan, kawanan gajah liar sempat masuk ke lapangan sepakbola di Keumala.

" Saat ini, gajah bertahan di Desa Pulo Baro, Keumala," sebut Tgk Tarmizi. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help