SerambiIndonesia/

Advertorial

2018, Abdya Hasilkan Benih Padi Unggul Standar Nasional

Kita berharap tidak hanya di Aceh saja, tapi seluruh wilayah lainnya akan datang ke Abdya untuk membeli benih. Akmal Ibrahim

2018, Abdya Hasilkan Benih Padi Unggul Standar Nasional
Serambinews.com/Istimewa
Bupati Abdya Akmal Ibrahim usai membuka kegiatan gerakan penangkaran benih tanaman pangan di lokasi penangkaran milik kelompok tani Alue Kuyun, Desa Tangan-Tangan Cut, Kecamatan Setia, Aceh Barat Daya, Kamis (30/11/2017). 

BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim SH menargetkan ada tahun 2018 mendatang petani di Abdya tidak lagi menggunakan bibit padi dari luar, melainkan sudah memiliki bibit unggul sendiri yang berstandar nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Abdya saat membuka kegiatan gerakan penangkaran benih tanaman pangan di lokasi penangkaran milik kelompok tani Alue Kuyun, Desa Tangan- Tangan Cut, Kecamatan Setia, Kamis (30/11). Menurut Akmal, dalam mewujudkan Abdya menjadi zona penangkaran benih padi untuk wilayah barat selatan Aceh diperlukan keseriusan seluruh pihak, termasuk dari Dinas Pertanian dan Pangan guna melakukan pengawasan ketat terhadap penangkaran benih tersebut.

“Tahun 2018 mendatang petani di Abdya tidak menggunakan bibit padi dari luar daerah. Upaya itu hanya bisa dicapai apabila pengelolaan penangkaran benih padi dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ujar Bupati Abdya Akmal Ibrahim di depan Kasi Benih dan Perlindungan Tanaman Pangan Distanbun Aceh, Habiburrahman STP MSc, para kelompok tani, dan Pengurus Yayasan 98 Abdya, serta para undangan yang hadir. Bupati Abdya meminta dinas terkait harus fokus dan serius terhadap penangkaran benih ini.

Selain itu, Akmal meminta kepada camat dan juga keujrun blang untuk melakukan pengawasan panangkaran tersebut, karena Abdya akan dijadikan sebagai zona lumbung pangan nasional. Untuk itu, Bupati Akmal sangat mengharapkan peran serta unsur terkait agar cita-cita itu dapat terwujud.

“Kita berharap tidak hanya di Aceh saja, tapi seluruh wilayah lainnya akan datang ke Abdya untuk membeli benih. Target tahun depan, Abdya tidak mendatangkan bibit dari luar. Awasi penangkaran itu secara bersama-sama,” pinta Akmal.

Selain itu, Akmal berharap agar penangkaran benih itu bisa diperluas, karena dengan luas 40 hektare atau dapat benih sebar untuk luas tanam 6.400 Ha sebagai cikal bakal pengembangan padi di Abdya masih belum cukup. “Kita berharap, penangkaran benih ini bisa ditambah dua atau empat lokasi lagi, sehingga selain kebutuhan benih yang bermutu tercukupi untuk petani Abdya, tapi juga dapat menjaga dan memenuhi kelangkaan benih,” pinta Akmal Ibrahim,.

Terlebih, tambah Akmal, Kabupaten Abdya merupakan salah satu wilayah yang berpotensi untuk pengembangan tanaman pangan dan pengembangan penangkaran. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Abdya sangat mendukung pembentukan penangkaran benih tanaman pangan dan pembentukan SeribuDesa Mandiri Benih.

Sementara itu, Kasi Benih dan Perlindungan Tanaman Pangan Distanbun Aceh, Habiburrahman STP MSc mengatakan, tujuan dilakukan gerakan penangkaran benih itu untuk memotivasi petani dalam menggalakkan penggunaan benih unggul bersertifikat. “Terkait permintaan Pak Bupati Abdya penambahan lokasipenangkaran, insya Allah akan kita sahuti. Kuncinya, jika ini berhasil, pasti akan kita prioritaskan. Terlebih Abdya ini, memiliki bibitunggul varietas padi sigupai yang akan dijadikan varietas unggul baru (VUB) oleh Menteri Pertanian RI,” kata Habiburrahman. (*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help