Tabrakan Maut Sempati Star

Lagi, Bus Sempati Star Terlibat Tabrakan Maut

Bus Sempati Star kembali terlibat tabrakan di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan

Lagi, Bus Sempati Star Terlibat Tabrakan Maut
DAIHATSU Xenia bertabrakan dengan Bus Sempati Star di kawasan Desa Paloh Seulimeng, Jeumpa, Bireuen, Senin (8/1). 

BIREUEN - Bus Sempati Star kembali terlibat tabrakan di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan. Musibah kali ini terjadi di kawasan Desa Paloh Seulimeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Senin subuh sekitar pukul 05.23 WIB dengan minibus Daihatsu Xenia berpelat polisi Riau BM 1784 MI. Seorang tewas, seorang luka berat, dan seorang lainnya luka ringan.

Informasi dari berbagai sumber termasuk dari pihak kepolisian menyebutkan, kecelakaan terjadi ketika bus Sempati Star BL 7705 AA yang dikemudikan Adi (30), warga Banda Aceh bersama 15 penumpang sedang meluncur dari arah Banda Aceh ke Medan. Sedangkan Daihatsu Xenia yang disopiri Anwar Lubis (27), warga Percut, Medan melaju dari Medan tujuan Banda Aceh.

Ketika kedua kendaraan memasuki tikungan patah di Desa Paloh Seulimeng, Kecamatan Jeumpa, tabrakan maut itu pun terjadi. Ada dugaan tabrakan terjadi karena sopir Daihatsu Xenia mengantuk sehingga kendaraannya melaju tanpa kendali.

Sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian mengatakan, saat itu mereka hendak ke masjid untuk shalat subuh dan sempat melihat sebuah minibus dari arah Medan melaju kencang namun mengarah ke lajur kanan jalan. Pada saat bersamaan, dari arah Banda Aceh ada bus Sempati Star yang melaju tidak terlalu kencang. Tabrakan pun terjadi menjelang subuh itu.

“Masyarakat segera ke lokasi kejadian membantu korban dari minibus dan membawa ke rumah sakit,” kata seorang warga. Sopir bus Simpati Star, Adi kepada Serambi mengatakan, mereka berangkat dari Banda Aceh sekitar pukul 24.00 WIB dengan jumlah penumpang 15 orang. Laju bus tidak terlalu kencang apalagi ketika memasuki jembatan Alue Rheng, Peudada.

Saat itu, kata Adi ia melihat sebuah minibus melaju oleng dan mengarah ke bus yang ia sopiri. “Saya banting setir ke kiri ketika melihat minibus oleng ke arah kami, namun tetap saja bertabrakan di bagian samping belakang,” ujarnya.

Buha Munte, seorang penumpang Daihatsu Xenia yang mengalami luka ringan kepada Serambi mengatakan, mereka berangkat dari Medan sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu (7/1). Dalam perjalanan mereka sempat istirahat di salah satu SPBU di kawasan Aceh Utara. “Saya duduk di depan, sedangkan rekan saya bernama Untung Pemalo (27) tidur di bangku belakang dengan posisi kaki ke kanan mobil. Saya tidak tahu bagaimana awalnya, tiba-tiba sudah terjadi tabrakan,” kata Buha sambil menambahkan mereka bertiga adalah pekerja tower salah satu perusahaan telekomunikasi dan sedang dalam perjalanan ke Banda Aceh.

Sopir minibus meninggal dunia ketika dalam penanganan medis di Jeumpa Hospital Bireuen. Jenazahnya sudah dijemput oleh keluarga sekitar pukul 16.00 WIB kemarin dan dibawa pulang ke Sumatera Utara. Sedangkan Untung Pemalo, warga Pematang Siantar, Sumatera Utara yang mengalami luka berat (kedua kakinya patah) dan Buha Munte masih dirawat.

Pascakecelakaan itu, penumpang bus Sempati Star berjumlah 15 orang melanjutkan perjalanan ke Medan dengan bus lain, sedangkan bus yang terlibat tabrakan dan Daihatsu Xenia sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH didampingi Kanit Laka, Aiptu Zulkarnaen dan beberapa anggota Satlantas kepada Serambi di lokasi kejadian mengatakan, melihat posisi tabrakan diduga sopir Daihatsu Xenia kelelahan atau mengarah kepada mengantuk.

“Melihat posisi tabrakan, penyebabnya human error atau faktor manusianya. Berdasarkan analisa sementara pelanggaran dilakukan Daihatsu Xenia,” ujar AKBP Riza Yulianto.

Menjawab masyarakat kenapa bus Sempati Star sering tabrakan, Kapolres menyebutkan kemungkinan besar karena busnya banyak dibandingkan bus lainnnya di Aceh. Sopir bus Sempati Star tetap dimintai keterangan, namun tidak ditahan karena dalam kasus tabrakan di Paloh Seulimeng tersebut tingkat pelanggaran kecil dibandingkan dengan Daihatsu Xenia.

Sebelumnya, Jumat 22 Desember 2017, enam warga Pidie Jaya (Pijay) berusia antara 19 sampai 31 tahun tewas mengenaskan akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Sempati Star dengan pikap di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Pantai Kuthang, Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya (Pijay).

Kendaraan yang terlibat tabrakan maut itu adalah bus Sempati Star BL 7552 AA yang melaju dari arah Medan dengan pikap Kijang Super BL 8158 PE dari arah Banda Aceh.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help