Fredrich Yunadi Tak Penuhi Panggilan, KPK Pertimbangkan Langkah Hukum Lanjutan

Fredrich seharusnya diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

Fredrich Yunadi Tak Penuhi Panggilan, KPK Pertimbangkan Langkah Hukum Lanjutan
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017). Keterangannya berkaitan dengan kedatangan Setya Novanto ke KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya atas ketidakhadiran mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi dalam pemeriksaan hari ini, Jumat (12/1/2018).

Fredrich seharusnya diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

"Jadi kami akan membicarakan lebih lanjut apa tindakan hukum yang akan dilakukan setelah tadi kami tunggu saudara FY sampai dengan sore hari ini di jadwal pemeriksaan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat.

(Baca: Nelayan Panteraja tak Berkutik Saat Polisi Temukan Sabu-sabu di Rumahnya, Seorang Lagi Masih Diburu)

(Baca: Ayu Putri Sundari Lolos Babak Showcase Indonesian Idol 2018, Gadis Berhijab Bersuara Rock Abis)

Febri mengatakan dalam kasus ini hanya dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo yang memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka kasus tersebut.

KPK belum merencanakan soal penjadwalan ulang terhadap Fredrich.

"Belum ada pembicaraan soal penjadwalan kembali karena setelah tersangka tidak hadir hari ini, tim tentu akan membicarakan lebih lanjut apa yang akan kita lakukan ke depan," ujar Febri.

(Baca: Soal Mahar Politik Rp 40 Miliar, Bawaslu Jatim Akan Minta Klarifikasi La Nyalla dan Prabowo Subianto)

(Baca: 320 Bidan dan Dokter PTT di Aceh Tenggara akan Segera Terima SK CPNS, Undangan Sudah Disebar)

Saat disinggung soal kemungkinan KPK akan melakukan upaya jemput paksa, pihaknya belum mengarah pada opsi tersebut.

Dalam hal ini KPK, kata Febri, akan bekerja mengacu pada ketentuan dalam KUHAP.

"Apa tindakan yang dilakukan terhadap pihak yang tidak datang memenuhi panggilan, tentu kita akan lakukan sesuai KUHAP," ujar Febri.(*)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Fredrich Tak Penuhi Panggilan, KPK Pertimbangkan Langkah Hukum Lanjutan

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help