Awas, BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Perairan Sabang dan Simeulue

Terdapat peningkatan kecepatan angin di sejumlah wilayah perairan Indonesia antara 28 km/jam-46 km/jam, termasuk di Perairan Aceh.

Awas, BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Perairan Sabang dan Simeulue
BMKG 

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan warning terkait potensi angin kencang diiringi gelombang tinggi di perairan Indonesia, termasuk perairan Sabang dan Simeulue, 14-15 Januari 2018.

Warning BMKG yang dikutip Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh tersebut menjelaskan, berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, terdapat peningkatan kecepatan angin di sejumlah wilayah perairan Indonesia antara 28 km/jam-46 km/jam, termasuk di Perairan Aceh yaitu Sabang (Pulau Weh) dan Simeulue.

Sedangkan peningkatan kecepatan angin 46 km/jam–64 km/jam berpeluang terjadi di Laut Cina Selatan, Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Natuna–Anambas, Perairan Kalimantan Barat, dan Selat Karimata.

(Baca: Pemkab Bireuen Serahkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung, Total Bantuan Rp 280 Juta)

(Baca: Aceh Potensial Kembangkan Tenaga Angin)

(Baca: VIDEO: Angin Berputar-Putar Hingga Akhirnya Menghancurkan Rumah Warga)

Dampak yang bisa ditimbulkan dari gangguan cuaca ini antara lain gelombang tinggi.

Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter dengan Kecepatan angin 12 km/jam-19 km/jam berpotensi terjadi di sebagin besar wilayah Indonesia termasuk Sabang dan perairan barat Pulau Simeuleu hingga Kepulauan Mentawai.

Juga diingatkan potensi gelombang tinggi 2,5–4,0 meter dengan kecepatan angin 20 km/jam– 49 km/jam di beberapa perairan Indonesia, namun tidak termasuk Aceh.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, masyarakat, aktivitas kapal di pelabuhan dan kapal-kapal yang melintas serta kegiatan platform hulu minyak dan gas bumi diimbau tetap waspada dan siaga dengan selalu memperhatikan update informasi cuaca dan gelombang dari BMKG.(*)

Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help