SerambiIndonesia/

Disrupsi Ekonomi, 50 Juta Pekerjaan di Indonesia akan Hilang dalam Beberapa Waktu ke Depan

Menurut Bambang, kondisi itu akan menghilangkan momentum pertumbuhan ekonomi yang berasal dari bonus demografi.

Disrupsi Ekonomi, 50 Juta Pekerjaan di Indonesia akan Hilang dalam Beberapa Waktu ke Depan
Pembukaan seminar Economic Disruption yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dan International Social Security Association (ISSA), di Nusa Dua Bali, Selasa (6/2018)(KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKO) 

SERAMBINEWS.COM - Economic disruption atau disrupsi ekonomi diperkirakan akan membawa dampak berupa hilangnya sekitar 45 juta hingga 50 juta pekerjaan di Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.

Baca: Enam Bakal Calon Rektor UIN Mendaftar

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro, mengutip hasil riset lembaga konsultan internasional, McKinsey.

Menurut Bambang, kondisi itu akan menghilangkan momentum pertumbuhan ekonomi yang berasal dari bonus demografi.

"Bonus demografi akan hilang oleh dirupsi ekonomi, karena banyak pekerjaan yang hilang digantikan oleh robot dan artificial inteligent (kecerdasan buatan)," jelas dia dalam seminar yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan, Selasa (6/2/2018).

Bambang menjelaskan, disrupsi ekonomi akan memunculkan kesenjangan baru akibat dari hilangnya pekerjaan. Dalam hal ini, orang-orang yang bekerja pada sektor yang tergantikan oleh teknologi, akan menjadi kelompok yang sangat rentan.

Baca: Anggota DPRK Aceh Tenggara Sorot Pemberhentian Personel Satpol PP Dalam RDP

"Memang ini mengecewakan. Namun di sisi lain, economic disruption juga akan memunculkan peluang baru. Ada pekerjaan-pekerjaan baru yang tercipta dari kondisi ini. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah," jelas dia.

Terkait dengan kondisi ini, Bappenas perlu adanya upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia agar disruptive economy bisa menjadi momentum untuk meraih kesempatan baru.

Dalam kesempatan itu, President Director International Social Security Association Joachim Breuer mengatakan economic disruptive juga akan berdampak kepada institusi dana pensiun. Dalam hal ini, disrupsi ekonomi membuat hubungan karyawan dan pemberi kerja tidak jelas.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help