TKI asal Geudong yang Putus Kaki saat Bekerja di Malaysia Tiba di Aceh

Mata mesin yang digunakannya patah lalu mengenai kakinya saat itu membersihkan kebun jeruk di kawasan Pahang-Malaysia, 7 Februari 2018.

TKI asal Geudong yang Putus Kaki saat Bekerja di Malaysia Tiba di Aceh
IST
Bakhtiar (28), warga Desa Pu’uk, Kecamatan Samudera-Geudong, Aceh Utara yang putus kaki saat bekerja di Malaysia, tiba di Aceh, Rabu (14/2/2018). 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON –  Bakhtiar (28), warga Desa Pu’uk, Kecamatan Samudera-Geudong, Aceh Utara yang putus kaki saat bekerja di Malaysia, Rabu (14/2/2018), tiba di Aceh.

Kaki kiri Bakhtiar putus terkena mesin pemotong rumput. Mata mesin yang digunakannya patah lalu mengenai kakinya saat itu membersihkan kebun jeruk di kawasan Pahang-Malaysia, 7 Februari 2018.

Kemarin, ia tiba melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Ia disambut keluarganya, petugas Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI Aceh), Dinas Sosial, dan asisten H Sudirman alias Haji Uma, anggota DPD RI asal Aceh, serta Keuchik Pu'uk.

(Baca: Kaki Pria Asal Geudong Putus Saat Bekerja di Malaysia, Begini Kejadiannya)

(Baca: Sebelum Meninggal, TKI Asal Medan Ini Dipaksa Tidur di Luar Bersama Anjing Selama Satu Bulan)

(Baca: Bertaruh Nasib ke Arab Saudi Jadi TKI, Sumiyati Tewas Dianiaya Majikannya)

Pria itu ditemani Tgk Muhammad yang diutus oleh Abu Saba (Grup Kesatuan Aneuk Naggroe Aceh/KANA).

“Untuk saat ini Bakhtiar harus mendapat perawatan lanjutan RSUZA Banda Aceh. Selanjutnya bila dalam hasil evaluasi medis layak untuk dipulangkan ke rumah, baru akan dipulangkan ke Aceh Utara,” kata Haji Uma kepada Serambinews.com, pagi tadi.

Ia berharap kepada semua pihak terutama pemerintah agar membantu kelanjutan kehidupan Baktiar,  karena Bakhtiar sekarang sudah cacat dan hanya bisa menggunakan satu kaki.

“Proses pemulangan ini dilakukan setelah proses mediasi yang dibantu Abu Saba di sana selesai. Biaya Rumah Sakit di Malaysia ditangani oleh toke yang mengupah kerja pembersihan lahan jeruk tersebut,” pungkas Haji Uma.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved