Jika APBA Di-Pergub-kan, Anggota DPRA Sebut Itu Sebagai Musibah

Terkait rencana itu, anggota DPRA, Asrizal H Asnawi mengatakan Pergub bukanlah keinginan Gubernur Aceh maupun Banggar DPRA.

Jika APBA Di-Pergub-kan, Anggota DPRA Sebut Itu Sebagai Musibah
ist
Asrizal H Asnawi 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Selasa (27/2/2018) menyurati Ketua DPRA untuk mengingatkan bahwa bahwa masa pembahasan RAPBA 2018 sudah berjalan 60 hari kerja atau sudah berakhir.

Melalui surat itu, Irwandi mengisyaratkan akan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang APBA 2018 karena tidak berhasil disepakati melalui pembahasan antara Banggar DPRA dan TAPA.

Terkait rencana itu, anggota DPRA, Asrizal H Asnawi mengatakan Pergub bukanlah keinginan Gubernur Aceh maupun Banggar DPRA.

Sebab sudah menjadi aturan jika pembahasan tidak selesai selama 60 hari kerja.

Untuk diketahui, RAPBA 2018 sudah diserahkan oleh TAPA kepada Banggar DRPA sejak 4 Desember 2017. Jika batasnya 60 hari kerja maka pembahasannya sudah harus diqanunkan pada 1 Maret 2018.

Baca: RAPBA 2018 tak Kunjung Disahkan, Kamapba: Eksekutif dan Legislatif Seperti Kucing dan Tikus

"Bila tidak terjadi kesepakatan maka undang-undang memberi ruang kepada Pemerintah Aceh untuk mengesahkannya bersama Kementerian Dalam Negeri atau lazimnya disebut Pergub," ujar Asrizal kepada Serambinews.com, Kamis (1/3/2018).

Tapi apabila Gubernur mem-Pergubkan APBA 2018, Asrizal mengatakan itu sebagai musibah. Karena banyak hal yang seharusnya bisa dinikmati rakyat jika diqanunkan, tapi kini dibatasi penggunaannya apabila di-Pergub-kan.

"Walau musibah ini memang cuma kehilangan hak dan fasilitas rakyat tapi ini tetap saja musibah namanya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved