Selamatkan Air Untuk Petani Pidie, Abusyik Minta Hentikan Aksi Pembalakan Liar di Hutan Lindung

Karenanya Pemkab tidak memberikan toleransi kepada masyarakat yang melakukan penebangan secara liar

Selamatkan Air Untuk Petani Pidie, Abusyik Minta Hentikan Aksi Pembalakan Liar di Hutan Lindung
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik (kanan) meninjau langsung Embung penampung air di Gampong Iboih, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Rabu (7/3/2018). 

Laporan Idris Ismail | Pidie

SERAMBINEWS.COM,SIGLI - Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik meminta agar masyarakat untuk menghentikan secara menyeluruh aksi penebangan liar di hutan lindung dalam delapan kecamatan yang memiliki areal hutan.

Ini berguna menyelamatkan resapan air untuk kebutuhan bagi petani di Pidie.

"Meski telah sampai saat ini pembalakan liar tidak ada lagi separah tahun- tahun sebelumnya, maka saya meminta agar masyarakat untuk menghentikan aktifitas pembalakan liar," sebut Abusyik kepada Serambinews.com, Rabu (14/3/2018).

Baca: Hanya Gara-Gara Satu Buah Nangka, Pasutri di Pidie Jaya Berdarah Kena Parang, Begini Kejadiannya

Menurut Abusyik, penghentian penebangan kayu di hutan pada hakikatnya adalah untuk menyelamatkan resapan air yang merupakan kebutuhan bagi para petani petani.

Adapun ke delapan kecamatan yang memiliki potensi hutan, yaitu Kecamatan Geumpang, Tangse, Manee, Keumala, Tiro, Padang Tiji, Glumpang Tiga, dan Muara Tiga.

Kedelapan kecamatan itu yang memiliki kekuatan kayu sebagai penyimpan dari resapan air.

Baca: Bupati Pidie Abusyik Minta Usulan Dalam Musrenbang Bukan Untuk Kelompok Tertentu dan Preman

Karenanya Pemkab tidak memberikan toleransi kepada masyarakat yang melakukan penebangan secara liar.

Sebagai daerah yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian dengan 70 persen warga menggarap areal pertanian, maka sumber air terdapat pada kenyamanan dari gangguan aktifitas penebangan hutan lindung.

Baca: Ustadz Abdul Somad Akan Ceramah Dua Jam di Terminal Beureunuen, Pidie

Sumber air utama sangat terletak pada keasrian hutan dan jika hutan di tebang secara liar, maka sumber air akan mengancam bagi kenyaman dan kelangsungan kehidupan bagi petani yang ada di Pidie.

"Sumber air bukanlah pada waduk penampungan dan saluran irigasi akan tetapi sumber ada ada pada kenyamanan batang kayu dihutan," tuturnya. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help