SerambiIndonesia/

Terlibat Kasus Jual Beras Bantuan Bencana, Pejabat di Pidie Jaya Akhirnya Jadi Tersangka

"Dua tersangka yang kita tetapkan dalam kasus dugaan menjual beras bantuan bencana di BPBD Pidie jaya,"

Terlibat Kasus Jual Beras Bantuan Bencana, Pejabat di Pidie Jaya Akhirnya Jadi Tersangka
KAPOLSEK Mereudu, Pidie Jaya, AKP Aditia Kusuma SIK (kanan) memperlihatkan truk bersama beras 4,5 ton beras bantuan yang dijual oleh warga, Senin (22/1). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEW.COM, SIGLI - Satuan Reskrim Polres Pidie akhirnya menetapkan pejabat Pidie Jaya, dalam kasus dugaan menjual beras bantuan korban banjir tahun 2017 di kabupaten tersebut.

Penetapan tersangka setelah bukti dinyatakan terpenuhi. Di mana polisi telah menggelar perkara kasus tersebut dan meminta keterangan enam saksi.

Yakni, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, M Nasir. Lalu, Fikri ( buruh kerja memuat beras ke truk), Fadlun ( pembeli beras bantuan), Iskandar STP ( Kasi Logistik BPBA), Arwin ST (Kasi Logistik BPBD Pidie Jaya) dan Rajab ( Sektaris BPBD Pidie Jaya).

Baca: Kasus Hendak Jual Beras Bantuan Gempa, Ini Tindakan Polisi terhadap Kepala BPBD Pidie Jaya

"Dua tersangka yang kita tetapkan dalam kasus dugaan menjual beras bantuan bencana di BPBD Pidie jaya," tukas Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi ST MM, kepada Serambinews.com, Kamis (29/3/2018).

Baca: Begini Perkembangan Kasus Jual Beras Bantuan di Pidie Jaya yang Ditangani Polres Pidie

Ia menyebutkan, kedua tersangka itu adalah Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Pidie Jaya, M bin I SSos (45) dan H bin N (31) tenaga honorer warga Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu.

Dijelaskannya, peran M menyuruh H menjual sisa beras bantuan berjumlah 331 karung Rp 39,7 juta. Sementara H mencari kilang padi yang mau membeli beras tersebut.

Tindakan tersangka melanggar Pasal 78 Jo 65 UU No 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana jo Pasal 55 Jo 56 Jo 53 KUHPidana.

"Kedua tersangka tidak ditahan karena koperatif dan adanya jaminan dari keluarga," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help