Irwandi Sebut Hukuman Cambuk tak Perlu Direkam dan Disebarkan, Ini Alasannya

"Masyarakat yang ingin menyaksikan (hukuman cambuk) dibolehkan, tapi tidak perlu bawa kamera, jangan abadikan apalagi pakek kamera besar,"

Irwandi Sebut Hukuman Cambuk tak Perlu Direkam dan Disebarkan, Ini Alasannya
DOK SERAMBINEWS.COM
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menyebutkan, hukuman cambuk yang selama ini dilakukan di Aceh, tak perlu direkam dengan kamera atau telepon pintar, apalagi sampai disebarkan oleh masyarakat.

"Masyarakat yang ingin menyaksikan (hukuman cambuk) dibolehkan, tapi tidak perlu bawa kamera, jangan abadikan apalagi pakek kamera besar," kata Irwandi Yusuf saat coffe morning dengan unsur pimpinan Harian Serambi Indonesia di Pendopo Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (3/4/2018) pagi.

Irwandi cukup beralasan meminta masyarakat tidak merekamnya apalagi sampai menyebarkan. Karena katanya, ketika video itu disebar bisa jadi disalahartikan.

Baca: MIUMI Aceh Minta Germo Dicambuk Lebih 100 Kali

"Sebentar saja setelah pelaksanaan sudah sampai ke luar negeri, jangan nanti ditambah-tambah oleh orang luar, padahal di Aceh belum ada hukum rajam," katanya.

Alasan lain, sebut Irwandi, jika masyarakat merekam hukuman cambuk seseorang lalu mengunggah itu ke media sosial, tentu video tersebut akan ada sepanjang masa, selama tidak dihapus oleh pengunggahnya.

"Dia (pelanggar syariat) dihukum sekali, tapi begitu ada di youtube, dia dihukum seumur hidup," kata Irwandi.

Artinya, video tersebut akan selalu bisa dilihat, meski pelanggar syariat tadi tidak lagi melakukan perbuatan yang sama.

Baca: Eksekusi Cambuk Terpidana Maisir dan Zina Sepi Penonton

"Saya contohkan, seorang anak muda dicambuk kemudian direkam. Siapa tahu ke depan dia jadi tokoh berpengaruh, bahkan menjadi ulama, ketika ada video cambuknya di youtube datang seseorang mengatakan 'tengku sang droeneh na lam video nyoe'. Itulah maksud saya jangan divisualisasi," kata Irwandi

Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) itu mengatakan, hukuman cambuk yang berlaku di Aceh sudah bagus.

Namun dia mengingatkan, jangan sampai timbul keiyaan dari pelaksanaan hukuman cambuk tersebut.

"Jangan ada keriyaan. Bek sampe takhuen beukeumah keuh, kapeubuet lom, itu tidak bagus," demikian Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help