Tiap Hari Pelajar Naik Ban Pergi ke Sekolah, Harapan Dibangun Jembatan tak Terwujud Hingga Kini

seorang warga yang meninggal dunia tidak disalatkan karena tidak satupun pemuka agama yang datang karena kondisi air deras

Tiap Hari Pelajar Naik Ban Pergi ke Sekolah, Harapan Dibangun Jembatan tak Terwujud Hingga Kini
Setiap hari, pelajar di dua desa di Kabupaten Maros harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah akibat tidak tersedianya jembatan penyeberangan(KOMPAS.com/Hendra Cipto) 

SERAMBINEWS.COM - Bertahun-tahun, pelajar di dua desa di Kabupaten Maros bertaruh nyawa menyeberangi sungai besar untuk menuntut ilmu di sekolahnya.

Tak tanggung-tanggung, sungai yang diseberanginya arusnya sangat deras dan dalam.

Meski nyawa menjadi taruhan, pelajar di dua desa di Kecamatan Tompobulu tetap semangat menuntut ilmu untuk menggapai cita-citanya.

Baca: Saat Jam Belajar, Empat Pelajar di Gayo Lues Ini Asik Minum Tuak

Mulai pelajar SD, SMP dan SMA setiap harinya menyeberangi sungai yang sangat dalam.

Mereka tidak punya pilihan lain, lantaran sungai ini yang menjadi satu-satunya akses yang bisa mereka lalui.

Sementara itu, jembatan yang telah lama direncanakan dibangun tak kunjung selesai.

Jika musim penghujan datang, para pelajar ini terpaksa tidak bisa ke sekolah. Lantaran air sungai meluap dan sangat deras.

Baca: SIAP-siap, Malaysia Sediakan 5.000 Beasiswa untuk Pelajar Asal Indonesia

Bukan hanya pelajar saja yang terisolir, tetapi ratusan warga di dua desa tersebut tak bisa berbuat apa-apa ketika musim penghujan datang dan air sungai meluap sangat deras.

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved