Salam

Pemerintah Harus Tegas bagi Pekerja Asing

Pemerintah harus bersikap tegas dalam menertibkan pekerja asing, yang selama ini banyak kita ditemukan

Pemerintah Harus Tegas bagi Pekerja Asing
ANTARANEWS.COM
Ilustrasi

Pemerintah harus bersikap tegas dalam menertibkan pekerja asing, yang selama ini banyak kita ditemukan beberja secara ilegal di Aceh. Sebab, apabila pemerintah tidak serius, maka dikhawatirkan kondisi akan memicu kemarahan warga, yang ujungnya bisa jadi memunculkan konflik antarnegara.

Apalagi mengingat warga asing tersebut, terutama dari Cina, tidak pernah jera datang ke Aceh, meskipun banyak di antara mereka yang ditangkap petugas. Mereka umumnya menyalahi izin, datang sebagai turis tapi belakangan berkerja secara ilegal. Kasus terakhir terjadi di lokasi penambangan Sungaimas, Aceh Barat.

Tim gabungan dari Kesbangpol bersama Dinas Tenaga Kerja Aceh Wilayah Barat Selatan Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap warga negara asing yang bekerja di sebuah perusahaan tambang emas, di Kecamatan Sungaimas, akhir April lalu. Dalam sidak tersebut tim menemukan sembilan pekerja asing, dan dua di antaranya menyalahi izin.

Informasi diperoleh Serambi, Selasa (1/5), sidak tim gabungan tersebut dilakukan pada 26 April 2018. Tim menuju ke Sungaimas dan mendapati sembilan pekerja asing asal Cina. Tim juga menuju rumah yang dihuni oleh pekerja asing tersebut di Meulaboh.

Berdasarkan pendataan, dari sembilan orang warga negara Cina tersebut, dua di antaranya menyalani izin, yakni hanya izin tinggal tetapi mereka melakukan aktivitas kerja di tambang emas.

Identitas kesembilan warga negara Cina tersebut adalah Liao Qingyan, Shi Kaicheng, Yan Jinshui, Mo Chiseng, Wen Qingfeng, Li Xinghong, Li Xie Yong, Wen Hong Ping, dan Mai Rong Qiang. Namun, dua di antara mereka ternyata mengantongi izin sebagai pekerja di lokasi itu, tetapi sudah meninggalkan Aceh Barat.

Kepala Kesbangpol Aceh Barat, Jhon Aswir menjelaskan pihaknya melakukan sidak untuk memastikan keberadaan WNA tersebut. Pejabat Disnaker Wilayah Barat Selatan Aceh, Putera yang ditanyai terpisah membenarkan timnya turun untuk memastikan keberadaan WNA di sebuah lokasi tambang emas di Sungaimas. “Ada sembilan orang di lokasi itu. Tujuh orang terdaftar sebagai pekerja,” katanya.

Kepala Imigrasi Meulaboh, Iman Santoso menyatakan keberadaan warga asing itu tidak dilaporkan kepada pihak Imigrasi. “Dari pengecekan kita, ke-9 WNA itu memiliki izin tinggal (kitas). Dari segi keimigrasian mereka tidak ada permasalahan. Operasi itu tidak tahu kita dan tidak pernah dikoordinasikan dengan kita,” katanya.

Menurutnya, terhadap pengawasan WNA itu bukan wilayah Imigrasi dan pihaknya tidak memantau. Namun, bila diketahui mereka melanggar izin tinggal tentu akan ditindaklanjuti oleh Imigrasi.

Apapun alasannya, kehadiran pekerja asing di Aceh sangat mengganggu kenyamanan warga. Di antaranya berpotensi memunculkan kecemburuan sosial, dimana seolah-olah warga warga asing boleh melakukan penambangan, sementara warga lokal dilarang. Kondisi seperti ini tentu saja tidak pernah kita harapkan. Nah!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help