Sastrawan Gelar Diskusi "Steemit dan Sastra" di Pamulang
Selain diskusi, acara akan diwarnai oleh pembaca puisi sejumlah penyair dan pegiat sastra, antara lain Iman Sembada, Mahrus Prihany dan dan lain-lain.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Safriadi Syahbuddin
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Para pegiat sastra yang tergabung dalam Komunitas Steemit Indonesia (KSI) Chapter Jakarta bersama Komunitas Steemit Budaya, mengadakan diskusi bertema "Sastra dan Steemit" di Pamulang, Tangerang, Selatan, Sabtu (5/5/2018).
"Kita berdiskusi santai sambil ngopi bersama sejumlah sastrawan yang sudah terlebih dulu menggunakan steemit," kata Mustafa Ismail, salah satu penggagas acara.
Mereka adalah Ahmadun Yosi Herfanda, Mustafa Ismail, Iwan Kurniawan, Willy Ana dan Pilo Poly.
(Baca: Sepanjang Kuartal Pertama 2018, Bitcoin dan Mata Uang Kripto Lain Bertumbangan)
(Baca: ‘Bitcoin Mania’ Andakah Korban Berikutnya?)
(Baca: Bank Sentral Inggris: Bitcoin dan Mata Uang Virtual lainnya Tak Penuhi Standar Mata Uang)
Selain diskusi, acara akan diwarnai oleh pembaca puisi sejumlah penyair dan pegiat sastra, antara lain Iman Sembada, Mahrus Prihany, Zaim Rofiqi, Zainal Radar T, Andy Firdaus, dan lain-lain.
Steemit adalah jejaring sosial dan blogging berbasis blockhain. Ia mirip Facebook, Twitter, IG dan media sosial lainnya.
Bedanya, setiap konten yang berupa tulisan, foto, video, rekaman lagu, dan lain-lain yang diposting, akan mendapatkan apresiasi berupa reward dalam bentuk uang digital (crypto currency). Uang kripto ini bisa ditukarkan ke rupiah melalui pasar uang digital.
(Baca: Facebook dan Instagram Larang Iklan Bitcoin dan Mata Uang Digital Lainnya, Ini Alasannya)
(Baca: VIDEO: Kenapa Bitcoin Dilarang? Ini Penjelasan Bank Indonesia Perwakilan Aceh)
(Baca: Diretas Hacker, Tempat Penukaran Bitcoin di Korea Selatan Bangkrut)
Beberapa waktu belakangan, sejumlah sastrawan berhimpun dalam satu grup steemit budaya, untuk memperkuat silaturrahim,dan mendisusikan hal terkait budaya.(*)