Pilkada 2018

Banyak Alat Peraga Kampanye Dipasang Ditempat Terlarang, Ini Kata Ketua KIP Pijay

Kecuali umbul-umbul pada pagar Kantor Camat Bandardua yang sudah dibuka, sementara APK di halaman kantor camat masih berkibar.

Banyak Alat Peraga Kampanye Dipasang Ditempat Terlarang, Ini Kata Ketua KIP Pijay
ist
Pencopotan APK di sejumlah lokasi terlarang di Pidie Jaya, Selasa (8/5/2018). 

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS,COM, MEUREUDU - Alat Peraga Kampanye (APK) berupa umbul-umbul keempat pasangan calon (paslon) Bupati/Wakil Bupati Pidie Jaya periode 2018-2023 dipasang di lokasi terlarang.

Yang sangat mencolok adalah pemasangan di pagar halaman depan kantor camat.

Pemandangan seperti itu terlihat sejak sepekan terakhir.

Seperti pada halaman Kantor Camat Bandardua, Ulim, Meurahdua dan Meureudu.

Amatan Serambinews.com, Selasa  siang, pada pagar depan Kantor Dinas Pertanian dan Pangan juga dipasang umbul-umbul paslon nomor urut 1.

Umbul-umbul ke empat paslon yang sebelumnya dipasang pada pagar Kantor Camat Bandardua, Selasa (8/5/2018) siang dibuka oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK) setempat.  

Baca: Kapolda tak Toleril Tindakan Melawan Hukum dalam Pilkada

Ketua PPK Bandardua, Zainal Abidin, kepada Serambinews.com menyebutkan, pihaknya membuka kembali umbul-umbul yang telanjur dipasang karena perintah Anggota KIP. 

Kecuali umbul-umbul pada pagar Kantor Camat Bandardua yang sudah dibuka, sementara APK di halaman kanor camat lainnya masih berkibar seperti biasa.

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya, Musman SH menjawab Serambinews,com mengaku APK ke empat paslon dipasang petugas pada lokasi terlarang. Keberadaan umbul-umbul di tempat terlarang itu sangat mencolok.

Baca: Jaga Keamanan Saat Pilkada dan Pemilu

Musman mengaku tak habis pikir kenapa hal itu terjadi. Apalagi yang pasang juga orang PPK setempat.

“Ini memang sangat memalukan. Makanya sudah kami perintahkan untuk buka umbul-umbul dimaksud,”tandas Musman.

Selain di halaman kantor pemerintah, pemasangan umbul-umbul atau APK paslon pada pagar halaman rumah warga tanpa persetujuan atau izin dari yang empunya rumah, itu pun menyalahi aturan.  Yang jelas dalam dua hari ini akan diteribkan, paparnya lagi. (*)   

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved