Ramadhan 1439 H

Kirim Gambar atau Video Makanan dan Minuman kepada Teman Saat Puasa, Bagaimana Hukumnya?

Mengirim pesan gambar atau video makanan dan minuman hingga mengakibatkan ibadah puasa yang menerima pesan tersebut batal, hukumnya haram.

Kirim Gambar atau Video Makanan dan Minuman kepada Teman Saat Puasa, Bagaimana Hukumnya?
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

Laporan Riski Bintang | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menggoda teman yang sedang menjalankan ibadah puasa, dengan mengirimkan pesan gambar atau video makanan dan minuman di media sosial, ternyata dapat mengakibatkan berkurangnya pahala puasa.

Pernyataan itu disampaikan anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Muhammad Hatta Lc MEd, menjawab Serambinews.com usai menjadi pembicara pada acara Spiritual Serambi FM, Jumat (25/5/2018).

Tgk Muhammad Hatta mengisi acara kerja sama Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) Aceh dan Radio Serambi FM tersebut, dengan tema "Orang-orang yang Merugi di Bulan Ramadhan".

Salah satu orang-orang yang merugi di bulan Ramadhan adalah orang-orang yang mengirim gambar atau video makanan dan minuman melalui media sosial kepada orang-orang yang sedang berpuasa, dengan maksud menggodanya.

"Itu semua tergantung niat. Jika niatnya untuk menggoda orang lain, maka itu dilarang dan akan berpengaruh pada puasa yang sedang ia jalankan," kata Tgk Muhammad Hatta.

(Baca: Sering Dilakukan, 7 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Puasa ‘Tak Berguna’)

(Baca: Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh Jika Rutin Makan 3 Kurma Sehari Selama Berpuasa)

(Baca: Minum Es saat Buka Puasa Bisa Sebabkan Gangguan Tubuh, Ini Penjelasannya)

Sementara mengirimkan pesan gambar dan video makanan/minuman melalui media sosial, hingga mengakibatkan ibadah puasa yang menerima pesan gambar dan video batal, hukumnya haram.

Sebab, kata Tgk Muhammad Hatta, batalnya puasa orang tersebut dikarenakan perbuatan yang dilakukan si pengirim pesan.

"Sebabnya ia itu batal kan karena kita (pengirim pesan gambar dan video makanan/minuman). Dalam satu kaedah itu disebutkan perantara menjadi hukumnya. Artinya, ketika seseorang batal puasanya (gara-gara) perantaranya kita, maka sama hukumnya kita dengan dia yang batal puasa, hukum membatalkan puasa dengan sengaja itu dosa," terangnya.

Karena itu, Tgk Muhammad Hatta yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) NU Aceh, mengajak seluruh umat muslim di Aceh agar memanfaatkan media sosial dengan baik, atau bahkan lebih baik menyetopnya. Selama Ramadhan hendaknya perbanyak aplikasi yang menuntun ke jalan taqwa.(*)

Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved