Nelayan Pijay yang Tenggelam di Laut belum Ditemukan, Begini Kata Abu Laot Lhok

“Saya tak berani melarang nelayan melaut, juga tidak menganjurkan. Itu tergantung bagaimana kesepakatan,” kata Abu Munir.

Nelayan Pijay yang Tenggelam di Laut belum Ditemukan, Begini Kata Abu Laot Lhok
Ilustrasi 

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU- Safwan (26), nelayan warga Gampong Meuraksa, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, yang tenggelam di laut pada Sabtu (26/5/2018) dinihari, hingga Minggu (27/5/2018) petang belum ditemukan.

Sementara rekannya, Masri Hasan (40), warga Gampong Meunasah Balek/Dayah Kleng, kecamatan yang sama, selamat.

Upaya pencarian oleh sejumlah nelayan sudah dilakukan, namun belum membuahkan hasil.

Pada Minggu (27/5/2018) pagi, tim SAR Aceh juga bergerak ke laut lepas mencari korban yang tenggela di jarak sekitar 25 mil dari garis pantai. Namun sampai petang  belum ada informasi. Begitu juga informasi yang disampaikan Dan Pos Marinir TNI-AL Wilayah Pijay.

Abu Laot Lhok Meureudu, Munir Rasyid yang dihubungi Serambinews.com mengatakan, tenggelamnya Safwan bermula saat angin kencang.

Baca: Remaja di Lhokseumawe Dipukul, Ditodong Pakai Gunting, HP dan Uang Dirampas

Baca: Ribuan E-KTP Ditemukan Berserakan di Tengah Jalan, Milik Siapa? Begini Reaksi Mendagri

Baca: Di Balik Kesuksesannya, Najwa Shihab Simpan Kenangan Memilukan, Putri Kecilnya Tak Selamat

Safwan dan Masri berada dalam satu bot berkekuatan 40 Pk dan ditambat atau diikat pada boat lampu (boat bak).

Sementara boat lampu itu ditambat pada boat berukuran besar atau dengan kapasitas nelayan sekitar 25 orang.

Tiba-tiba, terjadi angin kencang sehingga bot 40 Pk yang digunakan kedua nelayan tadi terbalik.

Suasana pun berubah menjadi panik dan sejumlah nelayan berupaya membantu korban namun tak berhasil karena laut berombak besar akibat angin kencang. Belakangan diketahui, Safwan yang tenggelam tidak muncul-muncul.

Pascakejadian, nelayan berupaya melakukan pencarian namun tak juga membuahkan hasil.

Baca: Bukan Hanya Liga Champions, Ini Catatan Lengkap Gelar Real Madrid Musim 2017-2018

Baca: Revisi Undang-Undang Terorisme Disahkan, Ini Pasal-Pasal Penting yang Perlu Anda Tahu

Baca: Truk Terjun ke Jurang Sedalam 50 Meter, Sopir Satu dan Kernet Melompat, Sopir Dua Gagal

Atas nama para nelayan, Abu Laot Lhok Meureudu ikut berbelangsungkawa atas musibah tersebut.

Ditanya apakah nelayan tetap melaut atau menunggu sampai Safwan ditemukan, Munir Rasyid mengatakan belum bisa menyimpulkan.

Ia mengatakan, selama Ramadhan hasil tangkapan nelayan tergolong minim, sementara kebutuhan keluarga dinilai mendesak terlebih menghadapi Idul Fitri.

“Saya tak berani melarang nelayan melaut, juga tidak menganjurkan. Itu tergantung bagaimana kesepakatan,” kata Abu Munir.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help