Tafakur

Cemburu Orang Miskin

Suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam didatangi para sahabatnya yang miskin

Cemburu Orang Miskin
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sebagai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang kamu berikan kepada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang kamu beri kepada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang kamu beri kepada pembantumu, itu juga termasuk sedekah” (HR. Ahmad).

Suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam didatangi para sahabatnya yang miskin. Mereka mengungkapkan rasa cemburu mereka kepada orang-orang kaya yang memperoleh pahala yang banyak karena mampu menyedekahkan sebahagian harta mereka, juga pahala dari ibadah-ibadah lain. Sedangkan orang-orang miskin tak mampu bersedekah dengan harta.

Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelaskan betapa banyak yang bisa disedekahkan seseorang hamba di dunia ini. Katanya, “Bukankah Allah telah menjadikan untukmu sesuatu yang dapat disedekahkan? Yaitu setiap kali tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh pada kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan hubungan intim kalian (dengan isteri) adalah sedekah.”

Lalu para sahabat mencoba meminta kejelasan tentang pahala sedekah karena melampiaskan syahwatnya. Lalu Rasul menjelaskan bahwa jika melampiaskannya pada yang halal (pada isteri sendiri), maka akan mendapatkan pahala sedekah juga (HR. Muslim).

Dengan demikian, sangat terbuka peluang bagi siapa saja untuk memperoleh pahala sedekah. Termasuk bekerja dengan ikhlas agar memperoleh hasil untuk makanan sendiri, anak, dan isteri sendiri.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help