Luar Negeri

Data Rudal Supersonik Kapal Selamnya Dicuri Hacker China, Amerika Kebakaran Jenggot

Peretas asal China disebut telah mencuri data sensitif dari komputer milik seorang kontraktor Angkatan Laut AS.

Data Rudal Supersonik Kapal Selamnya Dicuri Hacker China, Amerika Kebakaran Jenggot
ChicagoTribune
Kapal selam USS Illionis. 

SERAMBINEWS.COM - Peretas asal China disebut telah mencuri data sensitif dari komputer milik seorang kontraktor Angkatan Laut AS.

Data yang dicuri tersebut termasuk rencana untuk misil supersonik antikapal yang diluncurkan dari kapal selam.

Menurut sumber Washington Post dari pejabat AS yang dirahasiakan identitasnya, insiden peretasan tersebut diduga terjadi antara bulan Januari dan Februari.

Penyelidikan saat ini tengah dilakukan dengan dipimpin langsung oleh Angkatan Laut AS bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal (FBI).

Baca: Tak Ada Perempuan di KIP, Aktivis Ancam Gugat DPRK, Arabiyani: Kita Akan Kejar Hingga ke PTUN

Baca: Terkait Santunan Kematian Dalam APBK Nagan Ditolak Kemendagri, Sekdakab: Kita Belum Terima Suratnya

 
Tindakan peretasan tersebut diyakini menimpa kontraktor yang bekerja untuk Pusat Peperangan Kapal Selam Bawah Laut di Rhode Island.

Dilansir dari The Telegraph, materi yang dicuri meliputi data sebesar 614 gigabit yang berkaitan dengan sebuah proyek dengan nama "Sea Dragon".

Data tersebut mencakup informasi mengenai sinyal, data sensor, informasi ruang radio kapal selam terkait sistem kriptografi dan data kepustakaan perang elektronik unit pengembangan kapal selam Angkatan Laut.

Sejumlah data lain yang turut dicuri tidak diungkap oleh media berdasar kesepakatan dengan Angkatan Laut AS, karena pengungkapan informasi tersebut berdampak pada keamanan nasional.

Baca: Layang-layang Buatan Rakyat Palestina Sangat Ditakuti Israel Hingga Harus Kerahkan Sniper

Baca: Iran Paling Semangat Lenyapkan Israel dari Muka Bumi dan Terus Berusaha Gandeng Rusia

"Data yang dicuri tersebut sangat sensitif meski disimpan dalam jaringan tak terklasifikasi milik kontraktor," kata sumber pejabat AS dikutip surat kabar tersebut.

Angkatan Laut AS menolak berkomentar mengenai kasus ini.

Mereka hanya menyatakan, sesuai dengan peraturan federal, ada langkah-langkah yang harus diambil perusahaan dengan menginformasikan kepada pemerintah saat terjadi insiden siber.

Sementara dari Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington mengatakan, Pemerintah China tidak mengetahui tentang laporan peretasan.

 
Meski demikian, ditambahkannya, Pemerintah China secara tegas menjunjung keamanan dunia maya dan menentang sekaligus memerangi segala bentuk serangan di dunia maya sesuai hukum yang berlaku.(*)

Baca: Warga Pidie Jaya Tabrak Truk Parkir di Jembatan di Jalan Nasional di Pidie, Begini Kondisinya

Baca: Pangeran Philip Ulang Tahun ke-97, Inilah 5 Fakta Unik dari Suami Ratu Elizabeth II

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Hacker" China Diduga Curi Data Misil Supersonik Kapal Selam AS" .

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help