Truk Mogok di Tikungan Jalan Nasional dan Bahayakan Pemudik, Ini Kata Kasatlantas Singkil

Kasatlantas AKP Syukrif berjanji akan memerintahkan personelnya untuk memeriksa truk tronton yang sarat muatan sejenis pohon pinang tersebut.

Truk Mogok di Tikungan Jalan Nasional dan Bahayakan Pemudik, Ini Kata Kasatlantas Singkil
SERAMBINEWS.COM/IST
Truk rusak dan parkir sudah dua bulan di badan jalan nasional tepatnya puncak Jongkong, Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Kasatlantas Polres Aceh Singkil, AKP Syukrif merespons informasi truk tronton yang rusak dan teronggok di badan jalan nasional Subulussalam-Tapaktuan.

Truk tersebut sudah dua bulan mgok di badan jalan nasional tepatnya di Puncak Jongkong, Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

”Akan kita tindaklanjuti informasi ini,” kata Kasatlantas Polres Aceh Singkil AKP Syukrif, kepada Serambinews.com, Senin (11/6/2018).

Kasatlantas AKP Syukrif berjanji akan memerintahkan personelnya untuk memeriksa truk tronton yang sarat muatan sejenis pohon pinang tersebut.

Ketika ditanyai apa langkah yang akan dilakukan, AKP Syukrif mengaku akan memanggil pemilik truk.

Namun jika di lokasi tidak ada pemilik, polisi akan melakukan pengamanan.

Baca: 2 Kali Menjanda Dan Belum Punya Anak, Nenek 78 Tahun yang Dinikahi Pemuda Kini Hamil 7 Bulan

Baca: Polisi Lepaskan Belasan Kali Tembakan saat Gerebek Lapak Judi di Lhokseumawe, Ini Hasil Operasinya

Baca: Truk Ini Sudah 2 Bulan Parkir di Jalan Nasional Subulussalam-Tapaktuan, Warga: Bahaya di Tikungan!

Ditanyai pengamanan tersebut apakah mengevakuasi agar tidak mengganggu badan jalan, AKP Syukrif akan melihat situasi di lapangan terlebih dahulu.

Seperti diberitakan, sebuah truk tronton sarat muatan sejenis pohon pinang sudah dua bulan rusak di badan jalan nasional tepatnya puncak Jongkong, Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

”Mobil ini sudah dua bulan rusak di jalan dan membahayakan pengendara,” kata Jenaro Kombih, kepada Serambinews.com.

Jenaro menyoroti keberadaan truk yang rusak berbulan itu lantaran tidak memasang tanda peringatan berupa segi tiga pengaman. Masalahnya lagi, truk tersebut memakan badan jalan nasional yang menjadi lintasan pemudik.

Apalagi, posisi tronton yang rusak persis di atas tanjakan menikung.

“Posisi tronton ini bahaya karena dari kedua arah jalan menikung dan menanjak sehingga bisa memicu kecelakaan,” ujar Jenaro.(*)

Penulis: Khalidin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help