Idul Fitri 1439 H

Jadi Khatib Idul Fitri di Masjid Al-Falah Sigli, Munawar A Djalil  Ingatkan Pentingnya Bersyukur

Jika udara yang kita hirup itu Allah hargai Rp 9.950 per liter, maka manusia harus mengeluarkan Rp 185 juta rupiah per hari

Jadi Khatib Idul Fitri di Masjid Al-Falah Sigli, Munawar A Djalil  Ingatkan Pentingnya Bersyukur
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Jamaah Salat Idul Fitri 1439 H di Mesjid Agung Al-Falah Kota Sigli, Pidie, mendengar khutbah yang disampaikan Dr Munawar A Djalil MA, Jumat (15/6/2018). 

Laporan  Idris Ismail | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Khatib salat Idul Fitri 1439 H di Mesjid Al Falah Sigli, Pidie, Dr H Munawar A Djalil MA dalam ceramah di hadapan ribuan jamaah menyampaikan pesan moral terhadap  implementasi rasa syukur kepada Allah sebagai bentuk ketaqwaaan kepadaNya.

Dr. H. Munawar A. Djalil, MA
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh
Dr. H. Munawar A. Djalil, MA 

Mantan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh ini memaparkan, Allah SWT telah melimpahkan nikmat yang tiada tara dan tak dapat dikalkulasikan dengan nilai materi.

Namun dalam perjalanan kehidupan manusia sangat zalim dan bahkan ingkar terhadap nikmat yang telah diberikan.

(Baca: Pria Arab Saudi Ini Kayuh Sepeda ke Rusia Demi Nonton Timnas Negaranya di Piala Dunia 2018)

(Baca: Mendoakan Erdogan di Akhir Ramadhan dan Awal Syawal)

(Baca: Abusyik Serahkan Sumbangan Masyarakat untuk Palestina, Besaran Dana Rp 181 Juta)

Misalnya, nikmat yang paling sederhana adalah udara yang dihirup sebanyak 11.630 liter per hari.

Jika udara yang kita hirup itu Allah hargai Rp 9.950 per liter, maka manusia harus mengeluarkan Rp 185 juta rupiah per hari, untuk membayar udara yang membuatnya bernapas.

"Maka tak ada satu pun makhluk di dunia ini yang mampu membayar nikmat yang sederhana ini," ungkap Munawar.

Sebagai wujud rasa syukur itu, lanjut Munawar, semua manusia wajib taat atas segala perintah kepada Allah.

Maka taqwa tempat berhimpun segala benteng dalam menghadapi segala cobaan dan perintah serta bukti rasa syukur kepada  Yang Maha Kuasa.

Karenanya, puasa pada hakikatnya membentuk mentalitas manusia untuk dapat nersyukur dalam meningkatkan amal ketaqwaan terutama dalam berinfak harta di jalan Allah.

"Selain itu rasa syukur juga dapat dilakukan dengan memperbanyak mengingat kematian sehingga dapat dilakukan perbekalan untuk menuju kematian,"demikian Munawar A Djalil.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help