Seremonia

Kurang Dari 24 Jam, Jasa Raharja Aceh Bayarkan Santunan Korban KM Sinar Bangun Asal Aceh

Pembayaran santunan ini sebagai wujud kehadiran negara, karena seluruh korban kecelakaan dijamin oleh UU No. 33 tahun 1964.

Kurang Dari 24 Jam, Jasa Raharja Aceh Bayarkan Santunan Korban KM Sinar Bangun Asal Aceh
Jasa Raharja Aceh
Kepala Perwakilan Jasa Raharja Kota Langsa, Dedy Rachmad, SE, menyerahkan santunan kepada Suyanto YS, orang tua almarhum Tri Suci Ulandari, yang menjadi korban tenggelam KM Sinar Bangun, di kediamannya di Dusun Ingin Jaya, Desa Perkebunan Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (19/06/2018), pukul 11.00 WIB. 

BANDA ACEH, SERAMBINEWS.COM - Jasa Raharja Aceh membayar santunan seorang korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba yang berasal dari Aceh Tamiang bernama Tri Suci Ulandari (24).

Santunan sebesar Rp 50 juta tersebut diserahkan oleh Kepala Perwakilan Jasa Raharja Kota Langsa, Dedy Rachmad, SE, kepada orangtua korban, Suyanto YS, di kediamannya di Dusun Ingin Jaya, Desa Perkebunan Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (19/06/2018), pukul 11.00 WIB. Sehingga, pembayaran santunan dilakukan kurang dari 24 jam pasca musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (18/06/2018).

Kepala Perwakilan Jasa Raharja Kota Langsa, Dedy Rachmad, SE, menyerahkan santunan kepada Suyanto YS, orang tua almarhum Tri Suci Ulandari, yang menjadi korban tenggelam KM Sinar Bangun, di kediamannya di Dusun Ingin Jaya, Desa Perkebunan Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (19/06/2018), pukul 11.00 WIB.
Kepala Perwakilan Jasa Raharja Kota Langsa, Dedy Rachmad, SE, menyerahkan santunan kepada Suyanto YS, orang tua almarhum Tri Suci Ulandari, yang menjadi korban tenggelam KM Sinar Bangun, di kediamannya di Dusun Ingin Jaya, Desa Perkebunan Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (19/06/2018), pukul 11.00 WIB. (Jasa Raharja Aceh)

Kepala Cabang Jasa Raharja Aceh Mulkan, SE. M.SI, AAAIK, melalui Kepala Perwakilan Jasa Raharja Langsa Dedy Rachmad,SE, dalam keterangan tertulis mengatakan, pembayaran santunan ini sebagai wujud kehadiran negara, karena seluruh korban kecelakaan dijamin oleh UU No. 33 tahun 1964. "Dan sebagai komitmen kami dalam memberikan pelayanan prima, Insya Allah, pembayaran santunan akan dilakukan kurang dari 24 jam paska kecelakaan terjadi", ujar Mulkan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KM Sinar Bangun tenggelam saat berlayar dari Pulau Samosir tepatnya di perairan Pulau Tao, Simanindo, Kabupaten Samosir, menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/06/2018) sekira pukul 17.30 WIB.

Diketahui, kapal tersebut membawa sekitar 80 penumpang dan berangkat dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, dengan tujuan Tiga Ras, Simalungun, sekira pukul 17.30 WIB. Tak lama kemudian, kapal tenggelam akibat hantaman ombak Danau Toba dan angin kencang saat berada di sekitar perairan Pulao Tao, Simanindo. (*)

Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved