Jaksa Tahan Manajer Kebun PT SPS

Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Senin (25/6) menahan terdakwa III atas nama Anas Muda Siregar

Jaksa Tahan Manajer Kebun PT SPS
Prajurit TNI dari Kodim 0116 Nagan Raya bersama personel Polres melakukan pemadaman api di kawasan Tadu Raya akibat pembakaran lahan yang mneyebabkan kabut asap dan menganggu aktivitas masyarakat setempat 

* Terkait Kasus Pembakaran Lahan di Nagan

SUKA MAKMUE - Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Senin (25/6) menahan terdakwa III atas nama Anas Muda Siregar yang merupakan kepala Kebun Seunaam PT Surya Panen Subur (SPS). Terdakwa datang langsung ke Kantor Kejaksaan di Suka Makmue untuk menjalani eksekusi badan berupa hukuman dua tahun penjara.

Dari tiga terdakwa baru satu yang telah memenuhi panggilan kejaksaan untuk menjalani eksekusi badan sebagaimana pusan Mahkamh Agung terhadap PT SPS yang terbukti bersalah dalam perkara pembakaran lahan di kawasan Darul Makmur pada tahun 2012 silam seluas 70 hektare lebih.

Anas Muda Siregar kemarin datang ke Kejaksaan Negeri Nagan Raya didampingdi dua pengacaranya, yaitu Ronni Janis SH dan Indis Kurniawan SH. Sedangkan terdakwa I Ir Eddy Sutjahyo Busiri sebagai Direktur PT SPS dan terdakwa II Ir Marjan Nasution sebagai Administrator PT SPS belum bisa memenuhi panggilan Kejaksaan untuk menjalani hukuman lantaran dalam kondisi sakit.

Kepala Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Sri Kuncoro kepada Serambi, Senin (25/6) mengatakan, tiga terdakwa terbukti bersalah dalam perkara pembakaran lahan dan mereka masing-masing dihukum dua tahun penjara. Selain itu pidana denda masing masing sebesar Rp 3 miliar, subsider kurungan selama 3 bulan, berdasarkan putusan MA, nomor 2634 K/PID.SUS/2016, tahun 2017.

“Putusan MA telah menetapkan pihak perusahaan dengan pidana denda Rp 3 miliar, subsider 3 bulan dan menghukum tiga orang dengan pidana 2 tahun penjara dan putusan MA sudah tetap,” jelas Sri Kuncoro.

Disebutkan, eksekusi tersebut semata hanya untuk menjalani supremasi hukum yang telah ditetapkan Mahkamah Agung. Namun pihak Kejaksaan Nagan Raya baru bisa mengeksekusi satu orang terdakwa yaitu Anas Muda Siregar.

Sebelum dibawa ke Lapas Kelas II B Meulaboh, terlebih dahulu terdakwa diperiksa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Iskandar Muda Nagan Raya menggunakan mobil tahanan Kejaksaan.

Kuasa Hukum terdakwa Ronni Janis SH kepada Serambi, Senin (25/6) mengatakan, salah satu terdakwa yaitu Ir Marjan Nasution sempat kaget saat mendengar bahwa dirinya akan dieksekusi, sehingga harus masuk rumah sakit.

Sedangkan Ir Eddy Sutjahyo Busiri sakitnya lumayan berat dimana ginjalnya saat ini tinggal satu lagi, dan harus diperiksa ke rumah sakit.

“Kondisi kedua terdakwa yang masih sakit itu belum memungkinkan untuk mejalani eksekusi badan, dan kita tetap terus membangun kerja sama dengan pihak kejaksaan dan jika mereka sudah sehat nanti akan menjalani eksekusi tersebut,” kata Ronni.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved