Pilkada 2018

Wakil Ketua MPU Subulussalam: Apapun Alasannya, Politik Uang Haram

Praktik suap atau politik uang akan melenyapkan semua keadilan dan melahirkan banyak bencana sosial ekonomi.

Wakil Ketua MPU Subulussalam: Apapun Alasannya, Politik Uang Haram
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Tgk Maksum LS, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Subulussalam. 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Kalangan ulama di Subulussalam mengingatkan semua pihak untuk tidak melakukan politik uang dalam memilih calon pemimpin.

“Apapun alasannya, politik uang atau praktik pemberian uang untuk memilih seorang calon haram,” tegas Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Subulussalam, Tgk Maksum LS kepada Serambinews.com, Selasa (26/6/2018).

“Praktik ini harus dihindarkan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di Subulussalam,” imbuhnya.

Sebagai orang yang bergelut di lembaga perkumpulan ulama di Kota Subulussalam, Maksum menyatakan wajib menyampaikan maklumat kepada masyarakat atau umat di daerah ini. Hal ini terkait pilkada yang akan berlangsung, Rabu (27/6/2018) besok.

(Baca: Soal Boleh Mencoblos di TPS Terdekat, Wali Kota Subulussalam Ingatkan KIP Harus Konsisten)

(Baca: Logistik Pilkada Aceh Selatan Disalurkan Dua Tahap, Ini Perinciannya)

Maksum mengatakan, pihaknya tidak mampu mencegah dengan tanagan untuk membendung praktik politik uang yang isunya menghantui pilkada Subulussalam.

Namun, kata Maksum, sebagai ulama MPU memberikan tausiah melalui media, bahwa praktik memberi uang agar memilih salah satu kandidat, hukumnya haram.

Dikatakan, politik uang masuk kategori suap dan disuap dalam Islam risywah.

Kedua belah pihak yang terlibat dalam praktik suap menyuap akan masuk neraka di akhirat kelak.

Dia pun menjelaskan jika praktik suap atau politik uang akan melenyapkan semua keadilan dan melahirkan banyak bencana sosial ekonomi.

“Intinya, kalau dalam Islam jelas suap atau politik uang haram hukumnya, apapun alasan atau dalihnya tetap haram dan tempatnya di neraka,” tegas Tgk Maksum.

Alumni Dayah Darussa’adah Kotafajar Aceh Selatan ini mengimbau, kandidat dan tokoh yang terlibat dalam timses harus memberi pendidikan, jangan sampai justru menjadi contoh buruk apalagi mengajari berbuat salah.

Dia juga meminta warga agar menghindari kampanye hitam dan saling hujat karena bisa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. (*)

Penulis: Khalidin
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help