Citizen Reporter

Antalya, Sudut Sejarah tak Terlupakan

SIAPA yang tidak kenal Turki? Negara yang di setiap sudutnya sarat sejarah, memiliki empat masa peradaban

Antalya, Sudut Sejarah tak Terlupakan
OLEH RIA HAYATUN NUR

OLEH RIA HAYATUN NUR, Penerima Beasiswa LPDP RI, alumnus MAS Ruhul Islam Anak Bangsa, melaporkan dari Turki

SIAPA yang tidak kenal Turki? Negara yang di setiap sudutnya sarat sejarah, memiliki empat masa peradaban, dan dijuluki sebagai negara transkontinental karena terletak di bagian Eropa dan Asia. Saya tak pernah membayangkan sebelumnya akan dapat mengunjungi negara ini, tapi ternyata mimpi dan doalah yang mampu mengantarkan saya ke sini.

Kunjungan saya ke Turki dalam rangka mengikuti konferensi internasional yang diselenggarakan Duzce University untuk mempresentasikan hasil penelitian saya dalam bidang statistika. Konferensi tersebut lebih dikenal dengan ICMRS 2018 (International Conference on Mathematics and Related Scences). Enam belas negara turut hadir untuk berpartisipasi dalam konferensi ini. Sebagian besar peserta mempresentasikan tentang penemuan-penemuan terbarunya terkait masing-masing bidang ilmu yang digelutinya.

Banyak hal menarik yang saya temukan selama berada di Turki. Di antaranya ketika berada di Antalya. Provinsi yang berada di bagian selatan Turki ini sekaligus menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi para wisatawan mancanegara. Provinsi ini diapit oleh Pegunungan Taurus dan Mediterania.

Kesempatan berkunjung ke Antalya tidak saya lewatkan begitu saja. Soalnya, Antalya sangat eksotis, menyerupai Bali di Indonesia. Sebuah sumber bahkan mengatakan, Antalya memegang peringkat ketujuh di dunia berdasarkan keindahan pantainya, sementara Bali menempati urutan keempat. Namun, saya merasa bahwa mengunjungi museum dan tempat peradaban-peradaban Turki adalah hal yang tidak kalah menarik untuk dilakukan di sela-sela mengikuti konferensi yang diadakan selama lima hari di provinsi ini.

Museum Antalya merupakan salah satu museum yang saya kunjungi. Letaknya di daerah Konyaalti, bagian dari Provinsi Antalya. Museum Antalya juga merupakan museum terbesar dan terpenting bagi negara Turki. Bagaimana tidak, museum tersebut pernah mendapatkan “European Council Special Prize” pada tahun 1988. Terdapat lebih dari 5.000 hasil karya yang ditampilkan di dalam museum ini, di antaranya meliputi karya-karya sejarah daerah Mediterania dan Pamphylia yang terletak di Anatolia.

Tak kalah menariknya, replika dari patung Hercules, penjelasan mengenai keberanian Hercules pada masanya, dan tempat peristirahatan terakhir Hercules juga digambarkan dalam Museum Antalya. Peradaban Kristen Orthodoks pun ikut ambil bagian serta barang-barang peninggalan zaman Ottmani dan Romawi tak luput dipamerkan.

Selain museum, Antalya juga memiliki bangunan seperti Colloseum Roma. Tempat tersebut dikenal dengan nama Aspendos, tempat yang digunakan sebagai teater pertunjukan pada zaman Romawi Kuno.
Beberapa tempat lainnya di Turki yang berbentuk seperti gladiator yang juga digunakan sebagai pertunjukan panggung, misalnya, Izmir, Marmaris, Pamukkale, dan beberapa tempat lainnya. Aspendos didirikan tahun 155 dan merupakan sebuah peninggalan sejarah sebagai hadiah bagi Kaisar Murkus dan dewa-dewa Romawi pada masa tersebut. Namun, pada abad ke-13, tempat ini berubah menjadi tempat persinggahan para khalifah saat berhasil dikuasai oleh Raja Seljuk. Aspendos resmi menjadi tempat Opera Internasional dan Festival Balet sejak tahun 1994.

Situs sejarah lainnya yang terdapat di Antalya adalah Hadrian Gate yang merupakan pintu penyambutan bagi Raja Hadrian sekitar tahun 600 M serta Attaturk House, SandLand, dan tempat-tempat lainnya.
Sumber daya alam yang dimiliki Turki tidak terlalu banyak, tapi Turki mampu membuat negaranya menjadi calon negara superpower. Hal ini tidak terlepas dari status Turki yang merupakan salah satu anggota NATO, yaitu organisasi yang sangat bergengsi di kancah Eropa bahkan di dunia.

Turki mampu membuat sektor pariwisata menjadi sektor andalannya. Sektor pariwisata mampu menyumbang hampir 48.2 % kas negara. Sejarah panjang yang dimiliki Turki sejak tahun 600 SM meninggalkan jejak-jejak sejarah, berupa bangunan atau relief yang begitu luar biasa, sehingga mampu menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang ingin mempelajari sejarah Turki. Jadi, rencanakan segera kunjungan Anda ke Turki!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help