Badai Landa Banda Aceh! Dedaunan, Dahan Pohon, Hingga Kerucut Lalu Lintas Berhamburan di Jalan

Kerucut lalu lintas dan water barrier yang digunakan sebagai penutup jalan di kawasan itu pun berserakan.

Badai Landa Banda Aceh! Dedaunan, Dahan Pohon, Hingga Kerucut Lalu Lintas Berhamburan di Jalan
SERAMBINEWS.COM/HARI MAHARDHIKA
Pohon tumbang akibat angin kencang di kawasan Lambhuk, Banda Aceh. Foto direkam, Selasa (10/7/2018). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badai atau angin kencang melanda Kota Banda Aceh dan wilayah sekitarnya seperti Sabang, Aceh Besar, dan Aceh Jaya selama dua hari terakhir.

Kecepatan angin semakin meningkat sejak Senin (9/7/2018) sore hingga malam hari.

Amatan Serambinews.com tadi malam, angin kencang tidak hanya merontokkan dedaunan dan dahan pohon di sepanjang jalan protokol. Tetapi juga menyulitkan pengendara roda dua yang terpaksa jalan melambat karena dihempas badai.

Tak hanya itu, sejumlah seng yang menutup sebuah bangunan tua di dekat Taman Sari (Bustanus Salatin) berhamburan.

(Baca: Angin Kencang Landa Lhokseumawe)

(Baca: Di Bireuen, Belasan Rumah di Sembilan Kecamatan Rusak Diterjang Angin)

(Baca: Atap Rumah Duafa Bantuan Pemkab Pidie Jaya Diterbangkan Angin Sejauh 30 Meter)

Kerucut lalu lintas dan water barrier yang digunakan sebagai penutup jalan di kawasan itu pun berserakan.

Kepala Seksi Data dan Informasi (Datin) BMKG Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, Zakaria SE yang dihubungi semalam mengatakan, fenomena angin kencang untuk wilayah Aceh sebenarnya sudah dimulai sejak Mei lalu.

"Hal ini dikarenakan sejak saat itu posisi matahari sudah di belahan bumi utara yang menyebabkan tekanan rendah. Lalu massa udara dari belahan bumi selatan akan bergerak menuju tekanan rendah di bumi bagian utara itu," kata Zakaria.

(Baca: Soal Nisan Tumbang di Kerkhoff Banda Aceh, Yayasan: Sebenarnya Inilah Bukti Kehebatan Bangsa Aceh)

(Baca: Belasan Nisan di Kompleks Kuburan Prajurit Belanda di Banda Aceh Patah dan Tumbang  )

Akibat pergerakan massa udara tersebut, maka terjadi lah angin kencang yang rata-rata kecepatannya antara 10 sampai dengan 40 kilometer per jam.

"Kecepatan bisa saja mencapai 80 kilometer per jam atau bila ada muncul siklon tropis atau tekanan rendah di Samudra pasifik bagian barat," jelasnya.

Ia menyebutkan kondisi ini diperkirakan bisa berlangsung hingga September mendatang.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved