Desa Ular di Cina, Lebih dari 3 Juta Ular Diternakkan dan Menghasilkan Rp172 Miliar per Tahun

Peternak lain berusia 50-an, Yang Farong, mengatakan dia ingat saat menangkap ular di samping danau dan sungai di daerah itu saat remaja.

Desa Ular di Cina, Lebih dari 3 Juta Ular Diternakkan dan Menghasilkan Rp172 Miliar per Tahun
kolase Intisari
Di desa itu ular dugunakan sebagai pengobatan juga dikonsumsi. 

SERAMBINEWS.COM - Hidup sebagai petani ular di China Timur adalah sebuah pilihan yang tepat menurut Fang Yin dan istrinya Yang Xiaoxia.

Mereka tidak lagi khawatir pada hewan yang bisa menghilangkan nyawa itu. Mereka tekah digigit berkali-kali.

"Awalnya saya takut, tapi sekarang saya sudah terbiasa dengan semua ini," kata Fang dikutip dari Scmp.com.

Seolah-olah untuk membuktikannya, pria berusa 30 tahun itu mengenakan baju tanpa lengan saat melakukan aktivitasnya di rumahnya di desa yang sunyi, Zisiqiao, provinsi Zhejiang.

Baca: Sibak Rahasia Galaksi, Inilah Temuan Obyek Paling Terang di Alam Semesta Awal

Ya desa sunyi, karena populasi warga di desa tersebut berkurang, kini hanya mencapai 600 jiwa.

Ini membuat Zisiqiao telah dijuluki "desa ular" oleh media, setelah banyak rumah tangga di sana mulai memelihara ular untuk makanan dan obat tradisional China sejak empat dekade lalu.

Sebuah keputusan yang pada akhirnya membantu mengubah ekonomi lokal.

Fang memperlihatkan bagaimana aktivitasnya sehari-hari dalam memelihara ular-ular ini.
 

Tampak, Fang mengangkat ular yang sedang hamil dari salah satu kantong jaring.

Masing-masing dari kantong jaring di ruangan tersebut berisikan selusin ular.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help