Guru Kontrak di Tangse Datangi DPRK Pidie, Sampaikan Keluhan tak Dibayar Honorarium Selama 6 Bulan

Kedatangan guru kontrak yang didominasi kaum wanita itu, terkait honorarium yang belum dibayar Pemkab Pidie selama enam bulan

Guru Kontrak di Tangse Datangi DPRK Pidie, Sampaikan Keluhan tak Dibayar Honorarium Selama 6 Bulan
SERAMBINEW.COM/M NAZAR
Ketua Komisi E DPRK Pidie, Khairil Syahrial ST MAP, memberikan penjelasan kepada guru kontrak Tangse di Kantor DPRK Pidie, Kamis (12/7/2018). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEW.COM, SIGLI - Guru kontrak daerah yang bertugas di SD di Kecamatan Tangse, Pidie, Kamis (12/7/2018), mendatangi Kantor DPRK Pidie.

Kedatangan guru kontrak yang didominasi kaum wanita itu, terkait honorarium yang belum dibayar Pemkab Pidie selama enam bulan (Januari - Juni).

Besaran honorarium guru kontrak Rp 600 ribu /bulan/orang.

Baca: Polisi Berbaju Preman Tangkap Dua Warga Sakti Pidie, Petugas Menyamar Sebagai Pembeli

Honorarium mereka tidak bisa dibayar, lantaran SK guru bantu daerah tahun 2018 belum diterbitkan.

Sementara SK lama telah berakhir. Guru kontrak tersebut telah mengajar sejak Januari hingga Juli 2018.

"Kita tampung semua keluhan guru kontrak Tangse yang belum dibayar gaji selama enam bulan oleh Pemkab," kata Ketua Komisi E DPRK Pidie, Khairil Syahrial ST MAP, kepada Serambinews.com, Kamis (12/7/2018).

Baca: Pendaftar Caleg di KIP Pidie Masih Kosong, Parpol Diimbau Segera Mendaftar

Khairil Syahrial menambahkan, ia heran akibat belum dibayarnya honorarium guru kontrak daerah selama enam bulan.

Padahal, anggaran untuk bayar honor mereka telah diplotkan dalam APBK Pidie 2018.

"Kita belum mengetahui mandeknya pembayaran gaji guru kontrak yang berjumlah sekitar 400 orang itu. Besaran honorarium Rp 600 ribu per bulan," sebutnya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved