Massa KMAB ‘Duduki’ Kantor Gubernur

MASSA yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) kembali menggelar aksi menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi

Massa KMAB ‘Duduki’ Kantor Gubernur
MASSA yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) kembali menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (17/7). Mereka menuntut KPK membebaskan Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dana otsus 2018. 

MASSA yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) kembali menggelar aksi menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membebaskan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

Aksi yang berlangsung Selasa kemarin merupakan yang kedua setelah aksi pertama di depan Masjid Raya Baiturrahman pada 9 Juli lalu. Massa dari berbagai daerah tersebut datang dengan menggunakan mobil L-300 dan mobil terbuka lainnya. Mereka mengusung sejumlah spanduk terkait tuntutan pembebasan Irwandi Yusuf yang kini meringkuh di balik jeruji KPK.

Pantauan Serambi, massa tiba di Kantor Gubernur Aceh sekira pukul 10.30 WIB. Mereka kemudian langsung berorasi secara bergantian di atas truk trado yang diparkirkan tepat di depan kantor Pemerintah Aceh tersebut. Sedangkan massa lainnya memadati sebagian ruas halaman Kantor Gubernur Aceh. Massa juga tampak memenuhi pelataran kantor.

Aksi massa dari berbagai daerah ini berlangsung hingga sore hari, bahkan massa ‘menduduki’ halaman kantor Gubernur Aceh hingga tadi malam. Saat berita ini diturunkan tadi malam sekira pukul 20.00 WIB, pantauan Serambi, sebagian massa masih tetap bertahan.

Koordinator Aksi, Fahmi Nuzula dalam orasinya mengatakan, pihaknya tidak akan berhenti berjuang menuntut KPK membebaskan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, karena pihaknya yakin Irwandi Yusuf tak bersalah seperti yang disangkakan KPK selama ini. “Ini aksi kedua yang kami lakukan, kami ingin gubernur kami dibebaskan. Pak Irwandi adalah gubernur yang prorakyat, ini hanya permainan elite politik saja,” kata Fahmi Nuzula.

Dia kemudian mengatakan, pihaknya tidak akan pulang jika Irwandi tak dibebaskan oleh KPK. Bahkan Fahmi menyebutkan, pihaknya siap menjemput Irwandi Yusuf ke KPK jika aspirasi masyarakat Aceh yang menuntut pembebasan Irwandi itu tak digubris KPK. “Kami siap, kami siap menjemput Pak Gubernur kami ke KPK,” katanya.

Dalam orasinya, Fahmi Nuzula dan para orator lainnya mengatakan, penangkapan Irwandi Yusuf oleh KPK tak terlepas dari permainan segelintir elite politik di Aceh yang ingin Irwandi lengser dari jabatannya. “Ini hanya permainan politik, ini hanya provokasi murahan dengan uang Rp 500 juta. Kami siap memperjuangkan ini, karena Irwandi adalah pemimpin yang setia kepada rakyat, adil, dan bijaksana,” ujar Fahmi disambut pekikan takbir massa.

Orator lainnya, dalam kesempatan itu juga mengecam kedatangan KPK ke Aceh. Menurut sang orator, persoalan Aceh diselesaikan di Aceh karena semuanya telah diatur dalam UUPA. “Kami atas nama rakyat menolak KPK datang ke Aceh, nggak ada urusan KPK dengan Aceh, kita yang ada urusan dengan Pemerintah Indonesia,” teriak sang orator di atas truk tersebut.

Fahmi Nuzula kepada Serambi menjelang Magrib kemarin mengatakan, pihaknya menduduki kantor Gubernur Aceh hingga malam karena ingin berjumpa dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Pangdam, Kapolda, dan juga Wali Nanggroe. Pihaknya ingin membicarakan persoalan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Irwandi.

“Kami sudah menyampaikan tadi ingin jumpa dengan Plt, Kapolda, dan Pangdam, juga Wali Nanggroe. Itu saja permintaan kami, kami ingin mengadakan pertemuan khusus, ingin berembuk dengan mereka, kami hanya ingin pendapat mereka soal OTT itu apakah itu betul atau hanya pembohongan publik,” pungkas Fahmi Nuzula.

Aksi yang dilancarakan massa KMAB mendapat pengawalan ketat ratusan aparat kepolisian dari Polresta Banda Aceh, aksi ini menjadi perhatian para pengguna jalan yang melintas di depan kantor Gubernur Aceh. Menjelang Magrib, aksi menduduki kantor Gubernur Aceh ini juga diwarnai dengan penggembokan pintu pagar kantor gubernur, sehingga para karyawan dan pegawai kantor itu sempat tak dapat keluar, terutama mereka yang mengendarai mobil. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved