Derita yang Dialami Para Atlet Muda Korea Selatan, Dilecehkan Hingga Dipukuli Pelatih

Saat Kim Eun-hee baru berusia 10 tahun, dia adalah siswi sekolah dasar yang bermimpi menjadi seorang bintang lapangan tenis.

Derita yang Dialami Para Atlet Muda Korea Selatan, Dilecehkan Hingga Dipukuli Pelatih
Foto ini diambil pada 29 Mei 2018 ketika mantan petenis Korea Selatan Kim Eun-hee diwawancarai AFO di Seoul. (AFP/JUNG YEON-JE) 

SERAMBINEWS.COM - Saat Kim Eun-hee baru berusia 10 tahun, dia adalah siswi sekolah dasar yang bermimpi menjadi seorang bintang lapangan tenis. Namun, saat itulah untuk kali pertama sang pelatih memperkosanya.

Kim Eun-hee masih terlalu muda untuk memahami hal tersebut. Dia hanya memahami amat ketakutan saat sang pelatih memintanya masuk ke ruangannya usai berlatih. "Butuh waktu bertahun-tahun bagi saya untuk memahami bahwa tindakan itu adalah sebuah perkosaan," kata Kim.

"Dia terus memerkosa saya selama dua tahun. Dia mengatakan, hal itu adalah rahasia antara saya dengan dia," tambah Kim. Kim, yang kini berusia 27 tahun, untuk pertama kali membuka kisahnya kepada media massa internasional.

Baca: Foto Mendiang Putri Diana Saat Kecil Jadi Sorotan Fans, Disebut Sangat Mirip dengan Putri Charlotte

Kim memilih berbicara secara terbuka meski dia memiliki hak untuk menutupi identitasnya. Kim ingin mengungkapkan bagaimana nasib para atlet perempuan Korea Selatan yang diam dalam penderitaan akibat pelecehan seksual yang dilakukan pelatih mereka.

Korea Selatan selama ini mungkin lebih dikenal dengan kemajuan teknologinya dan musik K-Pop yang mendunia. Di sisi lain, Korea Selatan juga dikenal sebagai kekuatan olahraga regional dan menjadi negara Asia selain Jepang yang sudah menggelar Olimpiade musim panas dan musim dingin.

Meski berpenduduk relatif sedikit, Korea Selatan hampir selalu menduduki posisi 10 besar kedua Olimpiade itu. Negeri Ginseng ini juga dikenal amat dominan dalam cabang panahan, taekwondo, dan beberapa cabang lainnya.

Para atlet perempuan Korea Selatan juga dikenal cukup berprestasi dalam cabang golf dunia.

Baca: Kabar Mr Bean Meninggal Hoax, Bila Klik Berita Rowan Atkinson Wafat, Ini yang Terjadi Pada Fb Anda

Meski demikian, secara budaya negeri ini masih amat patriarki dan amat menghargai hirarki. Sehingga koneksi personal sama pentingnya dengan kemampuan seseorang untuk mencapai sebuah karier yang sukses.

Dalam sebuah komunitas kompetitif di mana kemenangan adalah segalanya, banyak atlet muda yang mengorbankan sekolah dan meninggalkan keluarga dan tinggal di asrama demi mendapatkan latihan intensif.

Sistem kamp latihan, yang juga digunakan negara-negara komunis seperti China, dianggap sebagai kunci sukses Korea Utara di kancah dunia.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help