Palestina

Uni Eropa Desak Israel Tinjau Kembali Rencana Menghancurkan Desa Khan al-Ahmar di Tepi Barat

Pada tanggal 5 Juli, buldoser Israel menghancurkan sejumlah tenda dan bangunan lain di Khan al-Ahmar, yang memicu bentrokan dengan penduduk setempat.

Uni Eropa Desak Israel Tinjau Kembali Rencana Menghancurkan Desa Khan al-Ahmar di Tepi Barat
ANADOLU AGENCY/ISSAM RIMAWI
Warga Palestina menggelar demonstrasi untuk mendukung orang-orang Badui Palestina yang tinggal di Khan al-Ahmar setelah pemerintah Israel memutuskan untuk menghancurkan rumah-rumah orang-orang Badui Palestina di wilayah Khan al-Ahmar Yerusalem pada 16 Juli 2018. 

SERAMBINEWS.COM, BRUSSELS - Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini pada hari Rabu menyerukan otoritas Israel untuk mempertimbangkan kembali keputusannya untuk meruntuhkan sebuah desa Palestina Khan al-Ahmar di Tepi Barat yang diduduki.

"Uni Eropa mengharapkan pemerintah Israel untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka untuk menghancurkan Khan al-Ahmar, dan untuk mengizinkan akses penuh dan tanpa hambatan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina yang membutuhkan, sejalan dengan kewajibannya sebagai kekuatan pendudukan di bawah hukum humaniter internasional," Mogherini mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Kantor Berita Turki, Anadolu Agency, Rabu (18/7/2018).

Khan al-Ahmar, terletak di "lokasi sensitif" adalah "kepentingan strategis untuk melestarikan kedekatan masa depan negara Palestina," katanya.

(Baca: Mendengar Cerita Orang Palestina di Tepi Barat, Pangeran William : Kalian Tidak Dilupakan’)

(Baca: Jerman Berusaha Yakinkan Lima Negara Uni Eropa untuk Mengakui Kemerdekaan Kosovo)

Uni Eropa menekankan bahwa konsekuensi dari pembongkaran komunitas ini dan perpindahan penduduknya - termasuk anak-anak - bertentangan dengan keinginan mereka akan sangat serius, kata Mogherini.

Itu juga akan "sangat mengancam kelangsungan hidup solusi dua negara dan merusak prospek untuk perdamaian," tambahnya.

Pada tanggal 5 Juli, buldoser Israel menghancurkan sejumlah tenda dan bangunan lain di Khan al-Ahmar, yang memicu bentrokan dengan penduduk setempat.

Anak-anak Palestina menggelar demonstrasi untuk mendukung orang-orang Badui Palestina yang tinggal di Khan al-Ahmar setelah pemerintah Israel memutuskan untuk menghancurkan rumah-rumah orang-orang Badui Palestina di wilayah Khan al-Ahmar Yerusalem pada 16 Juli 2018.
Anak-anak Palestina menggelar demonstrasi untuk mendukung orang-orang Badui Palestina yang tinggal di Khan al-Ahmar setelah pemerintah Israel memutuskan untuk menghancurkan rumah-rumah orang-orang Badui Palestina di wilayah Khan al-Ahmar Yerusalem pada 16 Juli 2018. (ANADOLU AGENCY/ISSAM RIMAWI)

(Baca: Amerika Serikat Pangkas Dana Badan Pengungsi Palestina, PBB Minta Bantuan Pada Negara Anggota)

Ada 46 komunitas Badui tersebar di seluruh Yerusalem Timur yang diduduki Israel, dihuni oleh sekitar 3.000 penduduk.

Berdasarkan perjanjian Oslo 1995 antara Israel dan Palestina, Tepi Barat dibagi menjadi zona A, B, dan C.

Otoritas administratif dan keamanan daerah A diberikan kepada Palestina sementara administrasi daerah B diberikan kepada Palestina tetapi keamanannya kepada Israel, sementara di daerah C, baik pemerintah maupun otoritas keamanan pergi ke Israel.(Anadolu Agency)

Warga Palestina menggelar demonstrasi untuk mendukung orang-orang Badui Palestina yang tinggal di Khan al-Ahmar setelah pemerintah Israel memutuskan untuk menghancurkan rumah-rumah orang-orang Badui Palestina di wilayah Khan al-Ahmar Yerusalem pada 16 Juli 2018.
Warga Palestina menggelar demonstrasi untuk mendukung orang-orang Badui Palestina yang tinggal di Khan al-Ahmar setelah pemerintah Israel memutuskan untuk menghancurkan rumah-rumah orang-orang Badui Palestina di wilayah Khan al-Ahmar Yerusalem pada 16 Juli 2018. (ANADOLU AGENCY/ISSAM RIMAWI)
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved