Jadi Narasumber di UIN Suska Riau, Prof Syamsul Rijal Minta Mahasiswa Siapkan Mental Menuntut Ilmu

Dalam transformasi budaya akademik diperlukan lebih dahulu membangun kesadaran akademik dan target akademik yang hendak dicapai.

Jadi Narasumber di UIN Suska Riau, Prof Syamsul Rijal Minta Mahasiswa Siapkan Mental Menuntut Ilmu
IST
Guru Besar Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry, Prof Dr Syamsul Rijal berbicara di hadapan mahasiswa baru UIN Suska, di Pekanbaru, Riau, Jumat (27/7/2018). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Guru Besar Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry, Prof Dr Syamsul Rijal, meminta para mahasiswa yang baru memasuki dunia kampus untuk menyiapkan mental sebagai penuntut ilmu.

“Mahasiswa yang menekuni dunia baru di kampus harus disiapkan dengan mental penuntut ilmu yang siap membangun karakter kepribadian, menjadi sosok yang berjihad menekuni ilmu,” ujar Syamsul Rijal saat memaparkan materi “Pengenalan Budaya Akademik” di hadapan tiga ribuan mahasiswa baru UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, tahun akademik 2018/2019, di Pekanbaru, Riau, Jumat (27/7/2018).

Melalui pesan Wtahsapp kepada Serambinews.com, Prof Syamsul Rijal mengatakan, dirinya merupakan salah satu pemateri dari luar UIN Suska yang diundang dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di gedung Islamic Centre Raja Ali Haji, 27-29 Juli 2018.

Di antara narasumber lain adalah Prof Said Agil Siraj Ketua PBNU dengan materi “Islam Moderasi dalam Kancah Global”, dan Prof Dr Irfan mewakili BNPT Jakarta dengan materi “Ancaman dan Bahaya Radikaisme di Kampus.”

(Baca: Tak Ada Biaya Pendaftaran, Enam Calon Mahasiswa Miskin Mengadu ke Senator )

Prof Syamsul memaparkan, kehidupan akademik harus memiliki rencana aksi strategis yang terpola dan terukur.

“Kapan belajar, kapan menyelesaikan tugas-tugas, kapan hunting bahan pembelajaran di perpustakaan, dan juga kapan saatnya membangun sinerjisitas silaturahim dengan semua kalangan kampus, sehingga memperoleh solusi kreatif terhadap persoalan akademik yang dihadapi,” ujarnya.

Ia juga memaparkan, budaya akademik itu bersifat universal yang dimiliki oleh setiap insan kampus.

(Baca: 8 Foto Gerhana Bulan Blood Moon yang Diambil dari Berbagai Negara dan Luar Angkasa)

(Baca: UU Otonomi Bangsamoro Diteken, Presiden Filipina Tawarkan Perdamaian kepada Kelompok Abu Sayyaf)

Dalam transformasi budaya akademik diperlukan lebih dahulu membangun kesadaran akademik dan target akademik yang hendak dicapai.

“Setiap mahasiswa selaku insan akademik di kampus sejatinya mempersiapkan diri membangun karakter kepribadian yang siap menerima perubahan dalam menjadikan dirinya penimba ilmu, sehingga tatanan intelektual yang bakal diraihnya itu teruji dan terukur oleh kompetensi dan waktu yang dilaluinya,” demikian Prof Syamsul Rijal.(*)

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help