Terulang 80 Tahun Lagi  

ANGGOTA Badan Hisab dan Rukyat Aceh, Dr Suhrawardi Ilyas Msc mengatakan, gerhana bulan pada 27 Juli 2018

Terulang 80 Tahun Lagi   
Petugas Falakiyah Kantor Kementerian Agama Aceh bersama warga memantau proses terjadinya gerhana bulan total di halaman kantor tersebut, Sabtu (28/7/2018) dinihari. Hingga pukul 4.30 Wib, gerhana bulan total di kawasan Banda Aceh tak terlihat akibat tertutup awan. SERAMBI/M ANSHAR 

ANGGOTA Badan Hisab dan Rukyat Aceh, Dr Suhrawardi Ilyas Msc mengatakan, gerhana bulan pada 27 Juli 2018 merupakan fenomena langka abad ini. Selain berlangsung lama yaitu enam jam 14 menit (mulai pukul 00.14 hingga pukul 06.28 WIB) juga lamanya terulang peristiwa serupa, yaitu 80 tahun lagi atau pada tahun 2100.

“Sebelumnya gerhana bulan terpanjang yang pernah terjadi yaitu pada Mei 2007, berlangsung 5,5 jam,” kata Suhrawardi.

Namun, lanjut Suhrawardi, karena cuaca tidak mendukung bulan tidak terlihat, bahkan saat puncak gerhana yaitu pukul 03.21 WIB, pantauan teleskop juga tidak bisa melihat keberadaan bulan.

Ia menjelaskan, dalam gerhana bulan kali ini, juga terlihat lima planet dari bumi pada sisi malam, yaitu Merkurius dan Venus di sebelah barat, kemudian Jupiter tepat di atas kepala saat matahari tenggelam, kemudian juga terlihat Saturnus dan planet Mars yang posisinya dekat dengan bulan. Bahkan malam itu planet Mars juga dapat dilihat secara kasat mata oleh pengunjung.

“Meskipun langit sangat mendung, tapi kita masih bisa melihat planet Mars, malam ini Mars termasuk benda yang tercerah di langit yang pertama bulan, kedua Venus, ketiga Mars. Mars beda dengan planet lain, karena tampak lebih memerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gerhana bulan juga selalu memberi dampak terhadap kondisi alam, salah satunya air pasang. Namun dalam gerhana bulan yang terjadi kemarin, dampak air pasang tidak terlalu parah, karena terjadinya gerhana tidak bersamaan dengan supermoon.

“Fenomena air pasang saat gerhana akan lebih tinggi ketika bertepatan dengan supermoon, di mana bulan lebih dekat ke bumi. Malam ini bulan tidak terlalu dekat dengan bumi, jadi gelombang pasangnya tidak terlalu tinggi, relatif sama dengan hari biasa,” demikian Suhrawardi.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help