Bupati Ultimatum Pemilik Tongkang, Beri Waktu Satu Minggu Bersihkan Batu Bara di Lampuuk 

“Baik yang berserakan di pantai maupun yang berada dalam laut harus segera dibersihkan. Saya kasih waktu satu minggu,”

Bupati Ultimatum Pemilik Tongkang, Beri Waktu Satu Minggu Bersihkan Batu Bara di Lampuuk 
ist
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali meninjau Pantai Lampuuk yang tercemar batu bara, Rabu (1/8/2018). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, JANTHO – Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali memberi waktu satu minggu kepada perusahaan pemilik tongkang, PT Bahtera Bestari Shipping untuk membersihkan tumpahan batu bara yang mencemari Pantai Lampuuk. 

Tak hanya itu, pemesan batu bara yakni PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) serta Muspika Lhoknga juga diminta untuk terlibat dalam pembersihan itu.

Permintaan itu ditegaskan Bupati Mawardi kepada Serambinews.com seusai meninjau lokasi tersebut bersama pihak LCI, Rabu (1/8/2018).

Mawardi Ali mengaku prihatin dengan kondisi itu, yang mana tumpahan batu bara terus menyebar di sepanjang pantai karena dihempas ombak. Dia mendesak pihak terkait bertanggung jawab atas permasalahan tersebut.

Baca: Tongkang Batu Bara Terdampar dan Patah

“Baik yang berserakan di pantai maupun yang berada dalam laut harus segera dibersihkan. Saya kasih waktu satu minggu,” tegasnya. 

Menurut Bupati, tumpahan batu bara sudah merusak ekosistem Pantai Lampuuk. Disebutkan, tak sedikit biota laut seperti ikan, bintang laut, dan ular laut mati akibat terpapar polusi batu bara.

Mawardi menyesalkan belum adanya penanganan dari pemilik tongkang dan LCI terhadap tumpahan batu bara itu, padahal insiden itu terjadi beberapa hari lalu. 

Baca: 10 Fakta Pernikahan Putra Bos Batu Bara, Pesta Pernikahan Termewah dan Termegah yang Bertabur Artis

“Meskipun tidak sengaja, atau karena faktor cuaca buruk, seharusnya mereka bertanggungjawab untuk membersihkan tumpahan itu segera. Saya nggak mau tahu bagaimana caranya harus bersih,” jelas dia.

Bupati mengatakan, tercemarnya Pantai Lampuuk juga mengganggu mata pencaharian warga setempat. 

“Ini jelas mengganggu ekonomi masyarakat. Karena banyak warga yang menggantungkan hidupnya dari mencari kepiting, ikan, dan gurita di lokasi tersebut,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, badai menghempas tongkang pengangkut batu bara dan menyebabkan muatannya tumpah ke perairan Lampuuk, Minggu (29/7) dini hari.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help