Malaysia

Kasus Korupsi Mantan PM Malaysia Najib Razak Segera Disidang, Dijadwalkan Februari 2019

Najib Razak yang terjerat kasus tuduhan korupsi terkait skandal keuangan besar-besaran dijadwalkan bakal mulai menjalani proses persidangan

Kasus Korupsi Mantan PM Malaysia Najib Razak Segera Disidang, Dijadwalkan Februari 2019
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak ketika menghadiri upacara pembukaan Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur, Selasa (17/7/2018). Najib kini menjadi anggota parlemen dari barisan oposisi.(AFP/MOHD RASFAN) 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak yang terjerat kasus tuduhan korupsi terkait skandal keuangan besar-besaran dijadwalkan bakal mulai menjalani proses persidangan pada Februari tahun mendatang.

Hakim Pengadilan Tinggi Malaysia, Mohamad Nazlan Mohamad Ghazali telah menetapkan persidangan untuk kasus yang melibatkan mantan perdana menteri itu akan dilangsungkan pada 12-28 Februari dan 4-29 Maret 2019 mendatang.

Jaksa negara mengatakan, pada Jumat (10/8/2018), selama persidangan akan memanggil sekitar 50 saksi. Demikian diberitakan AFP.

Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak (tengah) tiba untuk menghadiri sidang di kompleks pengadilan Duta di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/7/2018). (AFP/Mohd Rafsan)
Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak (tengah) tiba untuk menghadiri sidang di kompleks pengadilan Duta di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/7/2018). (AFP/Mohd Rafsan) 

Baca: AHY Ulang Tahun ke-40 Tanpa Kado Cawapres, Ani Yudhoyono: Hidup Ini Penuh Lika-liku Anakku

Baca: Cabang Squash AG 2018 Lakukan Pengundian Putaran Pertama

Najib Razak (65) didakwa melakukan pelanggaran kriminal kepercayaan, pencucian uang, dan penyalahgunaan kekuasaan dengan miliaran dolar yang diduga dijarah dari dana keuangan 1MDB.

Najib telah didakwa dengan tujuh tuduhan sejauh ini, termasuk tiga dakwaan pencucian uang yang diajukan pada Rabu (8/8/2018) lalu.

Najib terancam hukuman penjara yang cukup lama jika dinyatakan bersalah, dengan tuduhan pencucian uang diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan empat dakwaan lain masing-masing diancam 20 tahun penjara.

Baca: Warga Kemukiman Kuta Baroh di Jabodetabek Sumbang Dana Bangun Masjid Madinah

Baca: Jadwal Lengkap Timnas U-23 Indonesia di Grup A Asian Games 2018, Diawali Laga Lawan Taiwan

Pengacara Najib, Muhammad Shafee Abdullah, mengatakan pihaknya meyakini kasus yang menjerat kliennya dilatarbelakangi politik.

"Saya yakin akan pengadilan yang adil untuk klien kami, tetapi klien kami berpikir bahwa kasus yang menjeratnya berkaitan dengan politik," kata Shafee kepada wartawan, Rabu (8/8/2018).

Najib juga telah berkali-kali membantah semua tuduhan yang dilayangkan padanya.

Baca: Diminta Selidiki Proyek Pengadaan Monografi Desa Tahun 2016, Ini Pernyataan Kejari Agara

Baca: Melihat Alquran Kayu Terbesar di Dunia, Begini Kisah di Balik Pembuatannya

Pemerintahan Malaysia mulai kembali menyelidiki kasus yang menjerat Najib, usai terpilihnya Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri.

Sebelumnya, ketika masih menjabat selama 2009 sampai 2018, Najib selalu menyangkal tuduhan melakukan korupsi dan kemudian kasusnya digugurkan.(AFP)

Baca: Diminta Selidiki Proyek Pengadaan Monografi Desa Tahun 2016, Ini Pernyataan Kejari Agara

Baca: Melihat Alquran Kayu Terbesar di Dunia, Begini Kisah di Balik Pembuatannya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sidang Kasus Korupsi Mantan PM Malaysia Dijadwalkan Februari 2019"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help