Mau Dukung Jokowi Atau Prabowo, Partai Bulan Bintang Masih 'Galau'

Partai pimpinan Yusril Ihza Mahendra itu masih menunggu keputusan Ijtimak Ulama Jilid II untuk menentukan pilihan.

Mau Dukung Jokowi Atau Prabowo, Partai Bulan Bintang Masih 'Galau'
Grafis: Tribun Solo/Ananda Bayu Sidarta
Yusril Ihsa Mahendra 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Partai Bulan Bintang (PBB) belum menentukan sikap mendukung salah satu pasangan calon presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Partai pimpinan Yusril Ihza Mahendra itu masih menunggu keputusan Ijtimak Ulama Jilid II untuk menentukan pilihan.

Pada beberapa waktu lalu, Ijtimak Ulama Jilid I di Hotel Peninsula memutuskan mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan salah satu dari dua ulama, yaitu Ustaz Abdul Samad atau Habib Salim Segaf Aljufri sebagai calon wakil presiden.

Baca: BPKP Aceh akan Turun ke Aceh Tenggara Mengaudit Dana KIP Rp 27,9 Miliar

Baca: Tim Pemeriksa Kesehatan Bukan Penentu Kelolosan Bakal Capres dan Cawapres, Siapa yang Tentukan?

Namun, Ijtimak Ulama Jilid I itu tidak ditaati. Belakangan, ’koalisi keumatan’ malah memilih Sandiaga Uno, pengusaha yang sedang menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, untuk menjadi pendamping Prabowo Subianto.

“Karena yang dipilih bukan ulama, ya PBB menunggu dulu, menunggu bagaimana petunjuk ulama yang berijtimak di Hotel Peninsula itu. Kan, mereka yang memutuskan,” kata Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra, Sabtu (11/8/2018).

Justru, presiden petahana Joko Widodo yang tidak dikomando ulama manapun, malah memilih seorang ulama, yaitu KH Ma’ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia dan Rais Am Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), sebagai calon wakil presiden.

Terhadap keulamaan Kiyai Ma’ruf, pria asal Belitung itu lantas bertanya “Siapa di antara umat islam Indonesia yang berani mengatakan bahwa Kiyai Ma’Ruf Amin bukan ulama?”. Kalau kita sepakat, Kiyai Ma’ruf Amin ulama dan beliau menjadi calon presiden kubu Jokowi, bagaimana umat bersikap.

Baca: Bikin Pejabat Kalang Kabut, Simak Cara Soeharto Blusukan dan Kisah Penyamarannya yang Fenomenal

Baca: Laskar Pembela Islam Nagan Raya Galang Dana Untuk Korban Gempa di NTB

Pada Sabtu sore, Imam Besar Muhammad Rizieq Syihab meminta segera diadakan Ijtimak Ulama Jilid II untuk memutuskan, apakah para ulama dapat menerima keputusan partai-partai koalisi keumatan dan juga keputusan Prabowo Subijanto yang memilih Sandiaga Uno.

Yusril menambahkan posisi Ijtimak Ulama Jilid II dilematis, sebab kalau ada ijtihad baru yang membatalkan keputusan semula, para ulama harus nenunjukkan dengan jelas rujukan nash syar’i yang menjadi dasar keputusannya.

Sambil menunggu keputusan, PBB memilih posisi berada di tengah. PBB juga memohon kejelasan keberadaan Ulama Kiyai Ma’ruf Amin dari para ulama peserta Ijtimak Ulama Jilid II, karena sejak awal PBB mengatakan tidak akan mendukung Jokowi sebagai capres 2019.

Namun, berada di posisi itu membuat partai ini banyak mendapat kecaman. Ketika sedang menunggu, Yusril tidak henti-henti digempur dari kiri-kanan, mengapa memilih “netral” dan tidak segera mengumumkan mendukung Prabowo-Sandi.

“Kami ini Partai Islam. Kalau tidak manut sama ulama, manut sama siapa lagi? Kami, PBB manut kepada para ulama. Malah ada yang menuduh saya mengkhianati komando para ulama. Lah yang berkhianat tidak memilih pendamping Prabowo adalah seorang ulama itu siapa?” kata Yusril mengakhiri keterangannya.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Partai Bulan Bintang 'Galau', Mau Dukung Jokowi Atau Prabowo

Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help