Pilpres 2019

Tim Pemeriksa Kesehatan Bukan Penentu Kelolosan Bakal Capres dan Cawapres, Siapa yang Tentukan?

Pemeriksaan kesehatan bakal capres dan cawapres dilakukan oleh tim yang terdiri dari gabungan dokter anggota IDI dan RSPAD Gatot Soebroto.

Tim Pemeriksa Kesehatan Bukan Penentu Kelolosan Bakal Capres dan Cawapres, Siapa yang Tentukan?
Bakal calon presiden dan Bakal calon wakil presiden, Joko Widodo dan Maruf Amin bersiap menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). Selain pasangan Jokowi-Maruf Amin, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari Senin 13 Agustus. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan satu diantara syarat wajib yang diberlakukan KPU bagi capres dan cawapres untuk mengikuti Pilpres mendatang.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dokter Daeng M Faqih menegaskan, tim pemeriksaan kesehatan bukan penentu lolos atau tidak bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden RI dalam pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto.

"Yang disampaikan tim pemeriksa sekarang bukan keputusan lolos atau tidak. Yang menentukan itu Komisi Pemilihan Umum (KPU)," ujar Daeng di RSPAD Gatot Soebroto, Minggu (12/8/2018).

Daeng menjelaskan, tim pemeriksa kesehatan hanya bertugas menentukan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan fisik.

Selanjutnya, hasil pemeriksaan diberikan ke KPU untuk dijadikan pertimbangan kelolosan bakal capres dan cawapres.

"(Hasil pemeriksaan) persoalan fisik itu kemudian disampaikan ke KPU untuk dijadikan pertimbangan KPU," kata Daeng.

Baca: Mahfud MD dan TGB Diupayakan Masuk ke Timses Jokowi-Maruf Amin Pada Pilpres 2019

Baca: Bikin Pejabat Kalang Kabut, Simak Cara Soeharto Blusukan dan Kisah Penyamarannya yang Fenomenal

Pemeriksaan kesehatan bakal capres dan cawapres dilakukan oleh tim yang terdiri dari gabungan dokter anggota IDI dan RSPAD Gatot Soebroto.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ilham Oetama Marsis mengatakan, penilaian kesehatan bakal capres-bakal cawapres telah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang selanjutnya diatur dengan Peraturan KPU RI Nomor 22 tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Joko Widodo dan Ma'ruf Amin hari ini menjalani serangkaian tes kesehatan mulai dari mata, telinga, gigi, hingga organ dalam di RSPAD Gatot Soebroto.

Selain itu, akan ada pemeriksaan kejiwaan lewat psikotes serta tes bebas penyalahgunaan narkotika.

Standar pemeriksaan akan ditentukan oleh tim dokter dari IDI.

Baca: Laskar Pembela Islam Nagan Raya Galang Dana Untuk Korban Gempa di NTB

Baca: Anggota Satpol PP Pidie Jaya Raih Sepeda Motor Fun Bike dan Fun Walk

Sementara itu, Ketua tim pelaksana tes kesehatan bakal calon presiden-bakal calon wakil presiden, Astronias Bhakti Awusi mengatakan, perihal teknis dan indikator pemeriksaan tetap sama dengan yang dilakukan saat Pilpres 2014.

Namun, Astronias menuturkan, tim pemeriksa akan menggunakan alat yang lebih canggih apabila ditemukan hal-hal yang membutuhkan pendalaman lebih lanjut.

"Kami melaksanakannya bilamana ditemukan ada sesuatu yang butuh pendalaman. Kami akan menggunakan fasilitas atau peralatan yang paling canggih yang terdapat di rumah sakit yang ditunjuk oleh KPU," ujar Astronias saat konferensi pers di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu (12/8/2018).

Astronias menuturkan, ada perbedaan dalam pelaksanaan tes kesehatan untuk Pilpres 2019 dibandingkan Pilpres 2014.

Baca: Dapatkah Virus HIV Menular Lewat Ciuman? Ini Faktor dan Tanda Seseorang Terinveksi

Baca: Harian Serambi Indonesia Terpilih Sebagai Media Sahabat Anak Terbaik

Tim dokter pemeriksa, kata Astronias, akan menggunakan alat kesehatan dengan teknologi termutakhir sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Ya tentang pemeriksaan dari tahun-tahun sebelumnya dengan saat ini, prinsipnya sudah direvisi kembali, tetapi dengan menggunakan alat-alat yang lebih mutakhir," ujar dia.

Di sisi lain, Astronias mengatakan, pemeriksaan tak hanya meliputi kesehatan fisik, namun juga kejiwaan.

"Pertama ditanyakan, biasanya mengenai riwayat penyakit keseluruhan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan jiwa, langsung pemeriksaan jasmani," tuturnya.

Baca: Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Adha Jatuh pada 22 Agustus 2018

Baca: Merokok Berbahaya dan Berpotensi Sebabkan Kematian, Kenapa Tidak Tinggalkan Saja?

Adapun, pemeriksaan jasmani melingkupi penyakit dalam, jantung dan pembuluh darah, penyakit paru, bedah urologi, hingga ortopedi.

Selanjutnya, pemeriksaan telinga hidung dan tenggorokan. Jadi, kata dia, meliputi semua disiplin ilmu yang ada di bidang kesehatan.

"Ada juga pemeriksan penunjang pemeriksaan laboratorium, radiologi dan sebagainya," kata Astronias.(*)

Baca: Peserta Fun Bike dan Fun Walk Sesaki Kompleks Mideun Setia Menanti Pengundian Kupon Doorprize

Baca: LIVE STREAMING MotoGP Austria 2018 di Trans7, Menanti Kejutan Rossi Menikung Marquez

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tim Pemeriksa Kesehatan Bukan Penentu Kelolosan Bakal Capres dan Cawapres"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help