Banjir Terjang Lhoong Jelang Idul Adha, Pemuda Aceh Besar Desak Pemerintah Serius Tangani Bencana

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, banjir di Lhoong merendam pemukiman, kebun, dan areal persawahan.

Banjir Terjang Lhoong Jelang Idul Adha, Pemuda Aceh Besar Desak Pemerintah Serius Tangani Bencana
Kolase Serambinews.com/IST
Kolase foto banjir di Lhoong, Aceh Besar, Selasa (21/8/2018). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bencana banjir dan longsor kembali menerjang wilayah Aceh Besar, Selasa (21/8/2018).

Musibah ini terjadi hanya berselang satu hari menjelang Hari Raya Idul Adha 1439 H.

Informasi diterima Serambinews.com, banjir menerjang sejumlah desa di Kecamatan Lhoong, sementara tanah longsor terjadi di kawasan pegunungan Paro dan Kulu, Aceh Besar.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, banjir di Lhoong merendam pemukiman, kebun, dan areal persawahan.

(Titik Longsor Semakin Banyak di Gunung Paro)

(BREAKING NEWS - Lintas Geurutee di Aceh Jaya Longsor, Dua Kios Roboh)

Dari salah satu video yang direkam di kawasan Gampong (Desa) Geunteut, Kecamatan Lhoong, ketinggian air yang merendam jalan desa mencapai 50 centimeter.

“Seluruh areal persawahan yang baru siap tanam terendam banjir,” ujar Khalizar seperti dikutip Sekretaris DPD KNPI Aceh Besar, Munawar AR.

Rekaman banjir di Gampong Geunteut Kecamatan Lhoong ini diposting di akun Facebook Cut Lem.

(“Kami Butuh Alat Berat,” Teriak Tim SAR dari Lokasi Longsor Gunung Paro)

Desakan Pemuda

Menanggapi peristiwa ini, Sekretaris DPD KNPI Aceh Besar, Munawar AR menyatakan, banjir yang menerjang Lhoong pada Selasa (21/8/2018), menjadi bukti bahwa penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Aceh Besar tahun 2014-2018 yang bertujuan menjadi pedoman dalam pelaksanaan praktik-praktik penanggulangan bencana, belum berjalan optimal.

Kepada serambinesw.com Kamis (23/8/2018), Munawar meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar segera mengambil langkah terpadu, integratif, dan berkelanjutan.

Karena bencana banjir hampir setiap tahun terjadi di sejumlah wilayah di Aceh Besar, seperti Kecamatan Mesjid Raya dan Lhoong, namun penanganannya tidak berkelanjutan.

(TNI Normalisasi Sungai di Lhoong)

‘’Sudah saatnya normalisasi sejumlah sungai yang ada di kecamatan Lhong dilakukan apabila pemerintah tidak ingin bertambah korban jiwa maupun harta benda, atau saya sarankan kepada pemkab untuk membuka kembali RPB 2014-2018 yang sudah disusun,’’ kata Munawar.

Menurut dia, komponen utama penanggulangan bencana adalah komitmen pemerintah didukung partisipasi masyarakat untuk mengidentifikasi ancaman, kerentanan, dan peningkatan kapasitas masyarakat di daerah rawan bencana.

“Kami berharap pemerintah mengubah cara pandang penanggulangan bencana dari yang bersifat rehabilitatif menjadi preventif. Kkita sangat menyayangkan saudara-saudara kita di Lhoong melewati momen lebaran Idul Adha dengan suasana yang tidak mengenakkan,” ungkap aktivis muda Aceh Besar yang berstatus mahasiswa Magister Ilmu Kebencanaan Unsyiah ini.(*)

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help