Home »

News

Setalah Tabrak Korban Hingga Tewas, Bos Pabrik Cat Menyuruh Warga yang Melihat Agar Bubar

Polresta Solo telah menetapkan IA (40) sebagai tersangka karena terbukti melakukan aksi pembunuhan kepada Eko Prasetio (28), pengendara motor.

Setalah Tabrak Korban Hingga Tewas, Bos Pabrik Cat Menyuruh Warga yang Melihat Agar Bubar
Instagram/yulinarlp
Pengemudi mobil sedan Mercedez Benz berinisial IA (40) warga karanganyar Jawa Tengah terancam hukuman 15 tahun penjara lantaran sengaja mengakibatkan nyawa seseorang melayang, Rabu (22/8/2018). 

SERAMBINEWS.COM - Kasus penabrakan oleh pengendara Mercedez Benz atau Mercy di Solo yang menewaskan pengendara motor Honda Beat, hingga kini masih diperiksa.

Polresta Solo telah menetapkan IA (40) sebagai tersangka karena terbukti melakukan aksi pembunuhan kepada Eko Prasetio (28), pengendara motor.

Jumat (24/8/2018), Polresta Surakarta dibantu tim gabungan kepolisian dari Bareskrim Polri, Polda Jateng, menggelar olah TKP atas insiden tersebut.

Melansir dari Tribun Solo, petugas menemukan sejumlah bukti baru dari insiden yang menewaskan Eko Prasetio.

Baca: Bos Pabrik Cat yang Tabrak Pemotor Hingga Tewas Jadi Tersangka Pembunuhan

Didampingi tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Ditlantas Polda Jateng, tim Inafis Ditreskrimun Polda jateng, dan tim Labfor Cabang Semarang Bareskrim Polri, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo menemukan bahwa dari hasil olah TKP, tersangka yang merupakan IA terjerat kasus pembunuhan.

"Pertama kita temui goresan di bagian depan sisi kiri mobil matching dengan ini (bagian body motor sisi kanan- Red), ujar Ketua Olah TKP Labfor Cabang Semarang Bareskrim Polri, AKBP Teguh Prihmono.

Ia juga menemukan adanya lubang ban pada mobil Mercy yang disebabkan benturan keras di bagian knalpot.

Bukti tersebut berdasarkan sisa material ban yang terlihat masih menempel di bagian knalpot.

Baca: Neno Warisman Ceritakan Kronologi Ditahan di Bandara, Ada Keributan Hingga Dipaksa Pulang

Sebelumnya, kecelakaan yang terjadi di Jl KS Tubun, timur Mapolresta Solo, Rabu (22/8/2018) telah ditetapkan sebagai kasus pidana murni, karena beberapa saksi melihat tersangka dengan sengaja menabrak korbannya hingga tewas.

Hal tersebut disampaikan Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Fadli.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help