Pilpres 2019

BREAKING NEWS - Beda Pilihan Capres 2019, Mualem Dukung Prabowo Abu Razak Dukung Jokowi

Dua elite partai Aceh yang memiliki konstituen terbesar di Aceh itu, Mualem dan Abu Razak ternyata memang berbeda pilihan Capres 2019.

BREAKING NEWS - Beda Pilihan Capres 2019, Mualem Dukung Prabowo Abu Razak Dukung Jokowi
DOK SERAMBINEWS.COM
Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA) Muzakir Manaf dan Sekjen DPA PA, Abu Razak (keduanya mengenakan jaket merah), usai memberikan keterangan pers di Kantor Partai Aceh (PA) di Banda Aceh, Minggu (10/4/2016). 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Desas-desus elite Partai Aceh (PA) berbeda pilihan untuk Pemilu Prisiden (Pilpres) 2019 tampaknya semakin jelas.

Dua elite Partai Aceh yang memiliki konstituen terbesar di Aceh itu, Muzakir Manaf alias Mualem dan Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak) ternyata memang berbeda pilihan.

Informasi yang berhasil dihimpun Serambinews.com, Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) PA, Muzakir Manaf atau Mualem masih setia untuk mendukung Prabowo Subianto.

Dia akan mendukung Prabowo-Sandiaga Uno untuk Piplres 2019.

VIDEO - Ceramah di Blangpadang Banda Aceh, Ustaz Abdul Somad Tegaskan Sikapnya di Pilpres 2019

Sedangkan Sekretaris Jenderal DPA PA, Kamaruddin Abu Bakar alias Abu Razak disebut-sebut merapat ke kubu Jokowi.

Mantan wakil panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai capres dan cawapres pada Pilpres nanti.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Abu Razak yang dikonfirmasi Serambinews.com, Minggu (2/9/2018) sore.

Namun, Abu Razak membantah jika PA memainkan politik dua kaki.

Dulu Dukung Prabowo Kini di Kubu Jokowi, Siapa Saja Mereka?

Dia mengatakan, dukungannya kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin kali ini masih sebatas dukungan pribadi, bukan dukungan partai.

"Kalau isu itu ya terserah orang bilang, tapi ini saya bukan atas nama partai, ini masih atas nama pribadi. Saya mendukung Pak Jokowi, Mualem Pak Prabowo, tapi saya belum duduk dengan Mualem soal ini," kata Abu Razak.

Dia mengatakan, berbeda pilihan untuk politik nasional adalah hal yang biasa.

"Dulu kan begitu juga, Abu Doto, Apa Karya, dan Mualem kan juga berbeda pilihan ke nasional," ujarnya.(*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help