Perindo Nagan tak Bisa Ikut Pileg

Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Nagan Raya menolak semua permohonan dari Partai Perindo

Perindo Nagan tak Bisa Ikut Pileg
ist
Perindo 

* Panwaslih Tolak Gugatan
* Termasuk Enam Bacaleg PDA

SUKA MAKMUE - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Nagan Raya menolak semua permohonan dari Partai Perindo yang mempersoalkan tidak masuknya semua bacaleg partai tersebut dalam Daftar Calon Sementara (DCS).

Putusan Panwaslih disampaikan dalam sidang ajudikasi sengketa pemilu, Kamis (6/9). Dengan demikian, semua bacaleg Perindo di Nagan Raya dinyatakan tidak bisa ikut sebagai peserta Pemilu Legislatif 2019. Jumlah nama yang sebelumnya diusulkan sebanyak 15 orang.

Ketua Panwaslih Nagan Raya, Said Syahrul Rahmad kepada Serambi, Kamis (6/9), menjelaskan, ada beberapa pertimbangan mengapa pihaknya menolak permohonan Partai Perindo. Di antaranya, semua formulir B2 bacaleg tidak memenuhi syarat, ijazah yang dilampirkan ada yang tidak dilegalisir, dan ada yang pensiun PNS tetapi SK pensiunnya tidak ada.

“Semua persyaratan dipersidangan terbukti tidak sesuai dengan Peraturan KPU No 20/2018 tentang pencalonan DPR, DPR Provinsi dan DPR kab/kota, sehingga semua permohonan ditolak,” jelas Said Syahrul.

Selain Perindo, Panwaslih juga menolak permohonan dari PDA, sebab semua persyaratan dipersidangan terbukti tidak sesuai dengan Peraturan KPU, di antaranya surat bebas narkoba, tetapi ternyata yang dilampirkan hanya hasil laboratorium. Selain itu formulir B2 tidak memenuhi syarat dan kesalahan adminitrasi lainnya.

Sementara bacaleg yang disengketakan oleh PDA itu masing-masing untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Nagan 1 yaitu Junaidi, Fajri Yani dan Rusman Ati. Sementara di Dapil Nagan 2, yakni Mukhlis, Jamal dan Evida Junias.

Nama-nama itu tidak masuk dalam DCS yang telah diumumkan oleh KIP beberapa waktu lalu. Setelah disengketakan, Panwaslih memutuskan menolak permohonan nama juga tidak dapat dikabulkan lantaran ada yang tidak sesuai dengan peraturan KPU.

KIP Sabang, Kamis (6/9) melaksanakan putusan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) setempat yang menyatakan Afrizal B SHI tidak memenuhi syarat (TMS) untuk mengikuti Pemilu 2019.

Atas putusan itu, KIP mencoret nama Afrizal dari daftar calon sementara (DCS) yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh KIP. “Kita sudah keluarkan DCS perubahan sesuai denagn putusan Panwaslih,” kata M Yani, anggota KIP Sabang kepada Serambi.

Sekedar informasi, Afrizal maju sebagai calon anggota DPRK Sabang periode 2019-2024 dari Partai Aceh dari dapil Sabang 1, Sukakarya. Ekses dari pencoretan itu, calon legislatif (caleg) dari Partai Aceh kini berkurang satu karena posisi Afrizal tidak bisa digantikan dengan yang lain.

Sebelumnya, Panwaslih Sabang membatalkan pencalonan Afrizal sebagai calon anggota DPRK setempat setelah disengketakan oleh pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sabang yang juga partai Afrizal pada Pemilu 2014.

Salah satu pertimbangan yang diambil Panwaslih karena Afrizal yang saat ini selaku anggota DPRK Sabang dari PKS terbukti tidak mengundurkan diri dari posisinya itu ketika kembali maju pada Pemilu 2019 lewat partai politik lain yaitu Partai Aceh.

Selain mencoret bacaleg Partai Aceh, kemarin KIP Sabang juga memasukan kembali bacaleg Partai Amanat Nasional (PAN) Sabang ke dalam DCS setelah sempat tidak dimasukan. Bacaleg PAN tersebut bernama Husnun.(c45/mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help