Irwandi Yusuf: Kamu Perempuan Aceh, Istriku

RABU,1 Agustus 2018, Darwati A Gani bertolak ke Jakarta. Ia ingin memanfaatkan momen hari berkunjung untuk menjenguk suaminya

Irwandi Yusuf: Kamu  Perempuan Aceh, Istriku
DARWATI foto bersama anak-anak kurang mampu saat merayakan ulang tahun ke-45 di kediamannya kawasan Lampriek, Banda Aceh, kemarin.FOTO IST 

RABU,1 Agustus 2018, Darwati A Gani bertolak ke Jakarta. Ia ingin memanfaatkan momen hari berkunjung untuk menjenguk suaminya, Irwandi Yusuf, di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Esoknya, Kamis, 2 Agustus, hari untuk berkunjung itu pun tiba. Bersamaan pula dengan hari jadi Irwandi, si belahan jiwanya. Mereka bertemu. “Pertemuan sekelebat, tapi membekas,” begitu menurut Darwati waktu itu.

Bulan ini, saat kunjungan rutin Darwati pada Kamis (6/9) ke Gedung KPK, ternyata juga menjadi perjumpaan yang penuh rona bagi pasangan yang menikah tahun 1995 ini, walau tetap menyimpan dan menyembunyikan kedukaan masing-masing. Bukankah hari lahir perempuan kader Partai Nasional Aceh ini jatuh pada Jumat, 7 September 2018?

Pada kenyataannya (kendati masih hari Kamis) Irwandi telah mendahului ucapan selamatnya sebelum hari ‘H’. Memang sih tak ada cake ulang tahun dari Irwandi. Namun, Darwati tetap bahagia bisa bertemu Bang Wandinya yang sehat wal afiat plus sebuah pelukan hangat. Juga kebahagiaan dari teman-teman dan kolega di Jakarta yang membuat kejutan baginya, dengan datang menemuinya sembari membawa simbol persahabatan berupa sebuah kue kecil, bertuliskan Selamat Ulang Tahun Darwati. Lalu prosesi dilengkapi dengan ajakan sejumlah teman di Jakarta untuk makan malam.

“Sejak Kamis malam sampai Jumat banyak sekali kawan-kawan, termasuk masyarakat Aceh di Jakarta dan tempat lain yang mengirim ucapan selamat kepada saya. Mereka umumnya mendoakan saya biar bisa kuat dalam menghadapi masalah ini, dan selalu dalam lindungan Allah,” ujar Darwati.

Sosok yang tak jarang mengenakan setelan, hijau pupus, merah, orange, army, keemasan, dan warna-warna pastel ini, merasakan wajah lain dari sebuah kebahagiaan, selain gembira, bahagia, dan haru ketika Jumat kemarin, anak-anak dan kawan-kawan lain di Aceh telah menunggunya di Jalan Salam, Lampriek, Kuta Alam, Banda Aceh, di kediamannya yang sarat sejarah keluarga dan rumah tangga itu.

Tapi tahukah Anda? Menurut Darwati, ada rasa yang melebihi itu semua. Tak lain sebongkah harapan yang sempat disulut Irwandi sebagai “kado” ulang tahunnya yang ke-45. Itu pula kiranya yang telah memenuhi ruang dada perempuan yang pernah diterjang tsunami 26 Desember 2004 bersama bayinya itu.

“Ternyata pesan Bang Wandi, diam-diam memenuhi relung hati saya. Tak terkatakan. Mampu menenteramkan saya. Kok ya membikin saya kuat. Lebih hebat dari sekadar hadiah ulang tahun. Ini bahkan kado istimewa rasanya,” ungkap Darwati kepada Serambi.

Lalu sosok penyayang anak-anak ini, kepada Serambi mengulang kembali pesan seperti yang dikatakan sang arjunanya. “Kamu perempuan Aceh, istriku. Kamu yang kuat ya, harus kuat. Jalani semua ini sesuai ketetapan-Nya. Serahkanlah semua ini pada Allah. Jangan pernah tenggelam karena masalah saya.”

Mendengar itu, Darwati berusaha tidak menumpahkan air mata, kendati samar-samar dia mendengar ada getar keharuan dalam suara pasangan hidupnya yang belum kunjung selesai kasusnya itu.

Apa saja lagikah kalimat nasihat Irwandi hingga semua rasa bagai tercekat di kerongkongan ibu yang sementara ini berperan sebagai single parent ini?

“Tolong jaga anak-anak kita. Semangati mereka, biar mereka bisa tegar juga. Untuk kamu juga, teruslah berkarya dan selalu ada buat anak-anak kita, anak-anak Aceh, dan buat mereka yang membutuhkan sumbangsihmu. Terus lakukan kegiatan-kegiatan sosial seperti yang sering kamu lakukan selama ini. Itu kan jiwa kamu kan? Tapi jangan lupa, terus juga lakukan persiapan kamu sebagai caleg. Doa saya tetap untukmu.”

Pembaca, ketika menyampaikan ini kepada Serambi, Darwati memang tidak menangis, sebaliknya Serambi pun tidak tahu sejauh mana gejolak dan kecamuk rasa di batinnya. Jika adegan hidup mereka jatuh menimpa Anda, sanggupkah? Sungguh Allah memberi cobaan sebatas kemampuan umat-Nya.

Lalu, menurut Anda, apakah pesan-pesan lelaki berjuluk Teungku Agam itu mampu menjadi power bagi kiprah Darwati selanjutnya? Tapi yang jelas, perempuan yang pernah menyatakan harapannya agar masalah yang membelenggu suaminya cepat selesai dan bisa kumpul bersama keluarga lagi, tak henti berharap agar takdir baik bisa memeluknya. “Ya, tapi apa pun ketetapan Allah, kami terima dengan lapang dada, Kak,” ujar Darwati mengakhiri pembicaraan singkat kami. (nani hs)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help