Soal Pantun 'Surga-Neraka', Dedi Mulyadi: Gimmick Politik Hanya Membawa Kebodohan

Dengan mentautkan berita terkait Farhat Abbas, Dedi mengatakan jika dirinya tak menyetujui perkataan pengacara yang satu itu.

Soal Pantun 'Surga-Neraka', Dedi Mulyadi: Gimmick Politik Hanya Membawa Kebodohan
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawa
Dedi Mulyadi 

SERAMBINEWS.COM - Setelah membuat pantun untuk capres-cawapres dukungannya, anggota tim kampanye Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin, Farhat Abbas, menuai banyak kritikan.

Satu di antaranya adalah kritikan dari Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulayadi.

Kritikan tersebut disampaikan Dedi melalui akun Twitter miliknya, @DediMulyadi71, Rabu (12/9/2018).

Dengan mentautkan berita terkait Farhat Abbas, Dedi mengatakan jika dirinya tak menyetujui perkataan pengacara yang satu itu.

Menurut Dedi, Farhat  sebagai anggota tim kampanye seharusnya fokus pada pendidikan politik, infrastruktur, industri, dan sebagainya.

Baca: Erick Thohir Mengaku Jadi Korban Kampanye Hitam

Baca: Pelakor Mudah Ditelusuri, Begini Cara Mudah Menyadap Obrolan Pasanganmu di WhatsApp

Berikut ini kicauan Dedi  yang dikutip TribunWow.com.

"Yang Pilih Jokowi Masuk Surga, Yang Gak Pilih Jokowi Masuk Neraka” merupakan kalimat yang sangat mudah dilontarkan tetapi memiliki implikasi negatif yang kuat. Yakni, menyeret Agama yang suci ke dalam wilayah politik yang bersifat pragmatis.

Sejak awal, saya tidak begitu menyetujui tema yang mengatasnamakan Kuasa Allah yang memiliki otoritas Surga dan Neraka dibawa ke dalam area politik.

Bung Farhat, sebaiknya kita fokus melakukan pendidikan politik agar publik menjadi pemilih cerdas. Nalar yang harus dibangun adalah pemahaman terhadap kualitas program. Banyak sekali program Pak Jokowi yang bisa dijelaskan kepada masyarakat luas.

Baca: Polres Simeulue Periksa Seluruh Kendaraan Dinas Anggotanya

Pembangunan infrastruktur dan pemukiman yang mulai merata dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote harus tersampaikan kepada publik. Termasuk, suprastruktur dan infrastruktur ekonomi Indonesia yang kokoh di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved