Soal Pantun 'Surga-Neraka', Dedi Mulyadi: Gimmick Politik Hanya Membawa Kebodohan

Dengan mentautkan berita terkait Farhat Abbas, Dedi mengatakan jika dirinya tak menyetujui perkataan pengacara yang satu itu.

Soal Pantun 'Surga-Neraka', Dedi Mulyadi: Gimmick Politik Hanya Membawa Kebodohan
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawa
Dedi Mulyadi 

Masyarakat Indonesia masih bisa berbelanja di pasar, sektor industri masih mampu berproduksi secara maksimal, para petani kita masih bisa bertani dan berladang. Anak-anak sekolah masih bisa pergi ke sekolah dan menerima pelajaran dengan baik.

Baca: CPNS 2018 - Jelang Sscn.bkn.go.id Dibuka, Ini Beda Berkas Pendaftaran bagi Lulusan S1/D4, D3 & SMA

Keluhan justru lebih banyak dilontarkan oleh mereka yang tidak merasakan keluhan yang mereka lontarkan sendiri. Masyarakat dan kaum pekerja tidak pernah berbicara karena tidak memiliki kepentingan politik.

Seharusnya, mereka itulah yang mendapatkan perlindungan, mulai dari jaminan kesehatan sampai jaminan hari tua. diskusi program seperti ini sangat dibutuhkan agar politik dapat dijangkau dengan pikiran yang jernih dan nalar yang sehat.

Gimmick Politik hanya akan membawa pada kebodohan bukan kecerdasan," tulis Dedi Mulyadi.

Baca: Manfaat Minum Air Madu Hangat di Pagi Hari saat Perut Kosong

Sementara itu, diberitakan sebelumnya dari Kompas.com, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf, Raja Juli Antoni, menyayangkan pernyataan Farhat.

Ia menegaskan bahwa pernyataan Farhat itu tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut TKN Jokowi-Maruf.

"Kami akan memberikan teguran internal ke Bang Farhat. Ini bukan narasi Jokowi-Maruf," kata Raja Juli di Sekretariat TKN Jokowi-Maruf, Menteng, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Raja menegaskan, setiap anggota tim kampanye memang mempunyai gaya sendiri-sendiri dalam mengampanyekan pasangan Jokowi-Maruf. Namun, cara-cara yang membawa isu primordial tak bisa dibenarkan.

Baca: Darwati Maafkan Pemilik Akun Timphan Aceh, Ini Kata Hakim tentang Proses Hukumnya

"Kami tak pernah memainkan isu agama, membangun sentimen primordial, apalagi mengaitkan ini dengan akhirat. Ini soal duniawi, kok," kata Raja.

Selain itu, Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengaku sudah menegur kader partainya, Farhat Abbas.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved