Konflik Impor Beras Antara Bulog dan Mendag Memanas, Begini Curhat Menko Darmin di Kantor Presiden

"Sedang dicocokkan waktu, beliau-beliau ini agak susah ada yang bisa malam ada juga yang sore," ujar dia di Kantor Presiden

Konflik Impor Beras Antara Bulog dan Mendag Memanas, Begini Curhat Menko Darmin di Kantor Presiden
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (KOMPAS.COM/YOGA SUKMANA) 

SERAMBINEWS.COM - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pihak penengah dalam konflik impor beras antara Kementerian Perdagangan dan Bulog.

Masalah perseteruan antara Dirut Bulog, Budi Waseso (Buwas) dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memanas hingga saling balas komentar di media.

Bahkan pihaknya, kata Darmin, sedang mencari waktu agar seluruh pihak termasuk Menteri Pertanian untuk duduk bersama dalam menyelesaikan masalah ini.

Baca: BPJS Kesehatan Alami Defisit, Jokowi Terbitkan Perpres Cukai Rokok, Gapero: Kretek Penyelamat Rakyat

"Sedang dicocokkan waktu, beliau-beliau ini agak susah ada yang bisa malam ada juga yang sore," ujar dia di Kantor Presiden, Kamis (20/9/2018).

Padahal, menurut Darmin masalah impor beras sudah tidak perlu untuk diributkan. Sebab, keputusan impor sudah ditetapkan pada Maret 2018.

"Jadi maksudnya saya yang diributkan ada yang tidak setuju impor, enggak ada lagi keputusan impor setelah itu, sedangkan dulu-dulu sudah jalan, dan diputuskan bersama," jelas Darmin.

Baca: VIDEO - Wajah Mahasiswa Berdarah Kena Pukulan Saat Demo di Medan, Begini Pengakuannya

Bahkan saat itu tidak ada pihak yang tidak setuju. Sebab semua sadar stok Bulog terlalu kecil. Dengan adanya konflik ini yang kembali mencuat Darmin pun bercerita.

Pada Maret 2018 lalu, seluruh pihak terkait bersama-sama mengecek stok beras Bulog itu tinggal 590.000 ton.

Sehingga, hal itu dianggap sudah mulai merah. Penyebabnya, Bulog tidak mampu membeli karena tertahan batas harga pembelian pemerintah, sehingga tidak tersedia cukup beras untuk di seluruh daerah.

Baca: VIDEO - Massa Pro dan Kontra Jokowi Bentrok di Medan

"Waktu itu kita naikkan harga pembelian gabah maupun beras. Dari yang biasanya boleh ada kenaikan 10% fleksibilitasnya, waktu itu kita naikkan 20% supaya bisa beli. Tetap saja stoknya 590.000 ton," tambah Darmin.

Kemudian diputuskan pada 28 Maret lalu impor tambahan 1 juta ton dilakukan. Jadi, jika dikalkulasi total impor beras sudah mencapai 2 juta ton (dari sebelumnya 500.000 dua kali).

"Impor itu harus masuk akhir Juli 2018. Nah, faktanya 200.000 ton enggak berhasil dari India, enggak tahu Bulog itu bagaimana, pokoknya gagal," katanya.

Baca: 15 Ribu Ton Beras Impor Masuk Aceh

Darmin mempertanyakan, impor mana yang tengah diperdebatkan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Dirut Bulog Budi Waseso.

Pasalnya, putusan terakhir pada 28 Maret 2018 sudah dilaksanakan, dan dia tak memiliki catatan ada impor masuk lagi setelah itu.(*)

Baca: Faisal Basri Unggah Data Impor Beras dan Sebut Ada Keanehan: Sisanya Siapa yang Impor?

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Ketika Menko Darmin curhat tentang konflik beras Mendag dan Dirut Bulog

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved