ACT Hilangkan Trauma Korban Gempa Lombok

Gempa meluluhlantakan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada awal Agustus lalu, hingga kini menyisakan trauma

ACT Hilangkan Trauma Korban Gempa Lombok
SERAMBI/MASRIZAL
DUA relawan ACT memberikan psikososial kepada anak-anak Dusun Batu Jompang, Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Kamis (27/9).SERAMBI/MASRIZAL 

MATARAM - Gempa meluluhlantakan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada awal Agustus lalu, hingga kini menyisakan trauma bagi warga setempat. Karenanya, berbagai lembaga memberikan psikososial kepada warga korban gempa, khususnya bagi anak-anak.

Sejumlah relawan terus membantu pemerintah setempat dalam memulihkan rasa traumatik yang dirasakan warga Lombok. Seperti yang dilakukan relawan Masyarakat Relawan Indonesia Aksi Cepat Tanggap (MRI ACT) di semua lokasi bencana.

Relawan MRI ACT di Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Mulya, Jumat (28/9) kepada wartawan Serambi Indonesia, Masrizal bin Zairi yang meliput langsung lokasi gempa mengatakan bahwa semua posko relawan MRI ACT melakukan psikososial terhadap warga. “Psikososial mulai dilakukan seminggu setelah gempa,” katanya.

Dia menyebutkan, tujuan dari psikososial untuk menghilangkan trauma. Sebab, gempa dengan kekuatan 7.0 SR yang menguncang Lombok telah merubuhkan rumah-rumah dan bangunan lain. Lokasi terparah terdampak gempa adalah Lombok Utara dan Lombok Timur.

Penanganan psikososial, lanjut Mulya, terus dilakukan sampai warga benar-benar pulih. Sebab setelah gempa terjadi, warga mengaku tidak berani tidur di rumah, termasuk warga yang rumahnya tidak rusak. Karena itu, pihaknya mendatangi langsung korban gempa dan sekolah-sekolah untuk memberikan psikososial dan mobile disasters education.

Kepala ACT Cabang Aceh, Husaini Ismail mengatakan, ACT sebagai lembaga kemanusiaan tetap konsen membantu korban gempa Lombok baik masa emergency ataupun masa recovery (masa pemulihan).

“Sebagaimana kita ketahui setelah berjalan beberapa bulan setelah gempa banyak lembaga yang sudah menyelesaikan programnya dan keluar dari Lombok. Di sisi lain kita lihat banyak sekali masyarakat masih membutuhkan support dari seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Husaini menyampaikan, ACT Aceh sejak awal gempa telah ikut menggalang donasi untuk membantu masa darurat baik berupa dukungan dapur umum, pembelian obat, dan kebutuhan lainya masa emergency.

“ACT Aceh saat ini juga sedang menggalang dan mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk ikut berpartisipasi menyumbang untuk membantu meringankan beban saudara kita di Lombok untuk membangun shelter, fasilitas pendidikan, dan masjid untuk tempat beibadah. Jangan sampai tidak terdengar azan dan ngaji di Lombok ini karena mereka tidak ada tempat mengaji dan shalat,” ujarnya.

Kepala ACT Cabang Aceh ini menambahkan, pada masa pemulihan ini yang paling dibutuhkan korban gempa adalah pembangunan shelter agar mereka tidak lagi tinggal di tenda, bangunan sekolah, masjid, MCK dan juga distribusi kebutuhan makanan.

“Untuk itu kami mengajak masyarakat Aceh atau instansi yang sudah menggalang dana, ACT siap bekerjasama untuk mempercepat proses penyaluran di Lombok. Saat ini posko ACT diseluruh Lombok ada 200 titik lebih,” demikian Husaini. (*)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved